Mau Jadi Wali, Ini Pesan Nun Alex

Pajarakan :  “Khidmah itu bukan hanya kepada guru, namun khidmah kepada teman pun itu harus. Yaitu dengan menjalankan program osis dengan baik dan benar.” begitulah petikan pesan Nun Hassan Ahsan Malik dalam sambutannya seusai melantik pengurus Osis Putra MA. Zainul Hasan Genggong  masa khidmat 2017-2018 kemarin, Senin (06/11) di halaman P.5 Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Siap: Nun Alex saat membacakan sumpah jabatan kepada pengurus osis

Nun Hassan Ahsan Malik atau yang akrab disapa Nun Alex mengatakan menjadi pengurus osis harus memiliki niat pengabdian yang tinggi, karena dengan adanya pengabdian itu akan dibantu oleh Allah. Karena keberkahan itu akan diperoleh melalui sebuah pengabdian.” Khidmah itu bukan hanya kepada guru, namun kepada sesama (teman-Red) kita harus juga mengabdi, salah satunya menjadi pengurus osis ini, karena melalui osis ini, semua program akan bisa dinikmati oleh semua santri.” Kata putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam yang saat ini menjadi kepala MA. Zainul Hasan 1 Genggong.

Komitmen: Pengurus Osis lama (jas) memberikan panji kebesaran Osis MA. Zainul Hasan 1 Genggong kepada osis baru

Lanjut, Nun Alex menyampaikan bahwa membalik sandal itu juga khidmah, apalagi sandalnya para ulama (guru-Red) niscaya nanti akan memperoleh doa dari pemilik sandal itu. “ Bahkan dengan seringnya membalik sandalnya guru, kalian bisa menjadi wali.” pesan mahasiswa pascasarjana S2 Institut KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto kepada semua santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong.

Sigap: Santri putra MA. ZAHA 1 Genggong saat mengikuti pelantikan

Setelah dilantik, kepengurusan baru ini dalam waktu dekat akan menyusun program kegiatan untuk tahun ke depan” Insya Allah pertengahan bulan november ini, osis baru akan menyusun program dengan diawali pembuatan visi dan misi untuk masa khidmat 2017/2018 tentunya akan didampingi oleh pembina kami” Jelasnya Ahmad Zainullah ketua osis terpilih masa khidmat 2017-2018. (dra)

 

Santri MA ZAHA 1 Genggong Rebutan Cium Hajar Aswad

Gending: Halaman Wisata Religi Miniatur Ka’bah Pantai Bentar yang ada di desa Curah Sawo Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. dipenuhi dengan ratusan santri Pesantren Zainul Hasan Genggong. Pasalnya, tempat wisata religi itu ditempati acara pelatihan manasik Haji oleh ratusan santri Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Essip: Nun Alex saat menjadi pemateri

Pelatihan Manasik Haji yang diikuti oleh segenap Santri kelas XII pada 3 progam (IPS-IPA-IAI) lembaga MA. Zainul Hasan 1 Genggong, yang mana kegiatan itu merupakan dari salah satu program osis putri masa khidmat 2017-2018 MA. Zainul Hasan 1 Genggong.

Mantab: Nun Alex saat mempraktekkan sebelum melakukan sa’i

Menurut Shinta ketua osis, kegiatan ini merupakan upaya pengurus osis masa khidmat 2017-2018, untuk memberikan pembelajaran dini kepada santri Madrasah Aliyah agar kelak bisa mengaplikasikannya ketika punya kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di Makkah. “ Semoga kami bisa ditakdirkan oleh Allah menunaikan ibadah haji sesungguhnya.” Ujar santri yang berasal dari jember.

Shinta menambahkan, bahwa sebelum mereka melakukan praktek di miniatur ka’bah, para santri diberi materi tentang ibadah haji dan umroh oleh Almukarrom Nun Hassan Ahsan Malik atau Nun Alek.” Tadi peserta diberi materi selama 2 jam lebih, agar dalam melaksanakan praktek semua santri lebih mudah dalam melaksanakannya.” Pungkasnya.

Paham: Nun Alex saat menjelaskan tentang melakukan balang jumroh

Praktik manasik haji diikuti oleh sekitar 150 santriwati itu dipimpin oleh Nun Alex, membuat salah satu santri terharu dan hampir menangis, pasalnya santri ini, ingin rasanya melihat dan menyentuh ka’bah dan mencium hajar aswad aslinya. “ Kami tadi berebut untuk menyentuh hajar aswad (tiruan), namun dalam perasaan ingin menyentuh hajar aswad yang asli di mekkah, hingga air mata ini ingin jatuh.” Ucap sofi sambil menarik nafas. Kamis 2/11/2017 sore.

Seandainya: Para santri saat melakukan thowaf

Bukan hanya sofi, mereka yang berebutan untuk menyentuh hajar aswad itu memiliki niatan sama, yaitu ingin benar-benar menyentuh dan mencium hajar aswad yang ada di mekkah. (dra)

kapolres Probolinggo: Selamat MA ZAHA Genggong Juara 1

Pajarakan: Maraknya kasus Narkoba dan Pencegahan Terorisme yang melibatkan generasi muda terjerumus dalam peredaran Narkoba, baik sebagai pemakai maupun pengedar sangatlah membuat prihatin bagi kita semua, apalagi generasi muda merupakan generasi penerus bangsa, dan untuk mengajak para generasi muda menjauhi bahaya peredaran Narkoba, Sat Res Narkoba Polres Probolinggo menggelar “Lomba Da’i dan Daiyah” untuk Pencegahan Terorisme dan Narkoba, Senin (30/10/2017).

Lomba yang dilaksanakan di ruang Exekutif lantai 2 Polres Kabupaten Probolinggo diikuti 38 Peserta Da’i yang merupakan perwakilan dari masing-masing lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Adapun dewan jurinya berasal dari Kemenag, pimpinan Fatayat dan MUI Kabupaten Probolinggo.

Dari 38 peserta itu ada nama Shafira Munawaroh Dahlan yang berhasil meraih juara 1. Syafira merupakan  delegasi siswa Madrasah Aliyah (MA) Zainul Hasan 1 Genggong yang saat ini dipimpin oleh KH. Ahsan Maliki atau yang akrab disapa dengan Nun Hassan Ahsan Malik.

Essip: Syafira (baju merah) saat foto bersama dengan Kapolres Probolinggo

Shafira Munawaroh Dahlan yang akrab disapa Fira mengatakan, bahwa dirinya tidak menduga bahwa bisa menjadi juara 1. “ Saya tidak ada persiapan, namun saya berbekal percaya diri dan keyakinan, sehingga inilah hasilnya.” Ujar santri yang saat ini masih duduk di kelas X IAI 1 MA. Zainul Hasan1 Genggong Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 Wib itu dibuka secara langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad S.H., S.I.K., M.H., M.Si

Dalam sambutanya Polres, tidak banyak yang disampaikan, beliau hanya mengucapkan terima kasih kepada semua peserta dan pendampinya yang telah ikut serta dan mensukseskan dalam lomba ini. beliau memberikan arahan kepada para pemenang untuk meningkatkan prestasinya serta memberi semangat kepada yang masih belum juara. “saran saya, agar anak muda utamanya para pelajar  untuk selalu menghindari obat-obatan terlarang ini, dan selamat kepada delegasi dari MA. ZAHA telah meraih juara 1.” kata perwira polisi kelahiran makasar 20 september 1976. (Hendra)

 

Pesan Nun Alex kepada Pengurus Osis 2017-2018

Pajarakan :  Shinta Nuriyah selaku ketua osis terpilih pada pemilu tahun 2017 itu resmi dilantik oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

KH. Ahsan Maliki, S.Sy mengharap kepada pengurus osis yang baru untuk melanjutkan Program –program yang belum jalan namun program yang sudah bagus harus tetap dijalankan, terutama kegiatan malam selasa dan malam jum’at. “Kegiatan itu sangat bermanfaat bagi santri, bahkan kami dari pihak madrasah menilai kegiatan itu sangat baik” kata kiai yang punya nama lain Nun Hassan Ahsan Malik dalam sambutannya seusai melantik kepengurusan Osis Putri MA. Zainul Hasan Genggong  masa khidmat 2017-2018 kemarin, Kamis (28/9/2017) di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Teken: kepala Madrasah saat menandatangani berita acara pelantikan kepengurusan osis masa khidmat 2017-2018

Lanjut Nun alex meminta kepada santri untuk selalu belajar, agar menjadi bekal kelak di masyarakat setelah selesai menimba ilmu di pesantren, “Jalankanlah amanah dengan  baik jangan buat berat, amanah kalau difikir berat maka program atau kegiatan tidak akan jalan, yang penting ingat visi dan misi osis serta tujuan”. Pintanya cicit Almarhum KH. Moh. Hasan.

Shinta menang telak di pemilihan ketua osis putri, santriwati  dari kelas XI IPA  mendapatkan dukungan 282 suara, sedangkan Zuhrotul Maryam dari kelas XI IAI mendapatkan 160 suara. Sementara Izza Afkarina dari kelas XI IPS mendapat 21 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 20 suara Sehingga Shinta Nuriyah terpilih menjadi ketua Osis Putri masa khidmat 2017 hingga 2018.

Selesai: Lia (jas hijau) melihat tandatangan berita acara ketua osis terpilih masa khidmat 2017-2018

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 Wib tersebut diawali dengan menyanyikan lagu semangat Osis karya pembina osis yang dibawakan oleh tim paduan suara yang dibentuk oleh Osis masa khidmat 2016/2017 membuat prosesi pelantikan membawa susana yang penuh dengan syahdu.  Selain Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong, hadir pula segenap wakil kepala dan segenap asatidz-astidzah bersama ratusan santriwati MA. Zainul Hasan Genggong.

Prosesi pelantikan tahun ini beda dengan tahun sebelumnya, pasalnya, pada pelantikan tahun ini juga dilakukan penyerahan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) oleh ketua Osis Huzaimatul Hilalia selaku ketua osis 2016-2017, LPJ tersebut diserahkan kepada kepala madrasah dengan diiringi lagu Hymne Madrasah oleh tim paduan suara osis putri MA. Zainul Hasan 1 Genggong.

Menurut pembina osis Mohammad Hendra, LPJ sengaja diserahkan saat prosesi pelantikan agar menjadi motivasi bagi pengurus selanjutnya, bahwa semua program dan kegiatan akan dimintai pertanggung jawaban kelak diakhir jabatan. “ Nah, saat ini merupakan akhir jabatan pengurus osis, jadi LPJ perlu diserahkan kepada kepala Madrasah, karena dipelantikan ini mereka awal melaksanakan amanah yang telah mereka terima”. Ucapnya pria yang memiliki akun facebook Hendra senyum.

Lanjut Hendra, bahwa pembuatan LPJ ini sebenarnya salah satu pendidikan karakter dalam berorganisasi, semua yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawaban, apalagi dana kegiatan osis ini merupakan dana dari santri putri  yang sekolah di madrasah ini. “ Pokoknya, wajib bagi osis membuat LPJ, apapun kegiatanya, agar terbiasa bertanggung jawab”.  Kata pria yang saat ini mengabdi di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MADITA) Pesantren Zainul Hasan Genggong. (lia/yam/hen)

MA. Zainul Hasan 1 Genggong, Juara 1 MTQ Tingkat Nasional

Bermodal keyakinan dan barokah bisa jadi juara

Pajarakan : MA. Zainul Hasan 1 Genggong yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo tak henti-hentinya dalam mengembangkan kualitas pendidikanya, terbukti kemarin tanggal 5 hingga 6 November 2016, Madrasah yang dipimpin oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy tersebut menorehkan juara 1 MTQ bidang tartil tingkat Nasional.

Kampus Universitas Negeri Malang fakultas sastra itu menjadi saksi bahwa M. Rozin Pramana Azzamzami santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong meraih juara 1 MTQ bidang tartil Tingkat Nasional dengan menyisihkan 167 peserta, total yang ikut lomba tersebut sebanyak 168.

Santri yang masih duduk di kelas XII jurusan Ilmu Agama Islam (IAI) tersebut mengungkapkan, bahwa lomba yang diikuti itu tanpa ada persiapan secara khusus, “ Saya hanya bermodal keyakinan dan barokah kiai Hasan Genggong, tentunya belajar lagi”, Ucapnya santri yang akrab dipanggil Alex saat ditemui di kelasnya.

“Tidak menyangka menjadi juara, karena ada yang lebih baik dari saya, misalnya dari jombang, sidoarjo dan mereka tentunya sudah berpengalaman”, tambahnya santri yang bersal dari wangkal putra H. Abdul Qodir.

Semoga saja, dalam ajang yang lain, MA. Zainul Hasan 1 Genggong juga mendapatkan juara 1 dalam jenis lomba yang lain. ( hen)

Menjadi santri Multitalenta, Ya di MA Zainul Hasan 1 Genggong

Pajarakan: Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong terus berupaya untuk menjadi madrasah yang unggul dalam berbagai aspek sesuai dengan visi dan misi yang telah dimiliki, terbukti kini telah menorehkan ratusan prestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik.

Madrasah yang merupakan lembaga pendidikan formal dibawah naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong itu terus berbenah, baik secara internal maupun eksternal  demi menjawab keinginan para wali murid yang telah mempercayakan putra-putrinya belajar di MA. Zainul Hasan 1 Genggong.

Menurut Nun Hassan Ahsan Malik  selaku kepala madrasah, MA Zainul Hasan ini merupakan lembaga pendidikan yang mencetak santri yang multitalenta.

Multitalenta disini, selain bisa memahami materi –materi yang diperoleh sesuai jurusan, santri juga bisa berbicara menggunakan bahasa Arab, bahasa Inggris juga bisa berdrama, Tataboga, Hafal Qur’an, paham IT.  “ Bahkan bisa menjadi artis”. Ucapanya di depan ratusan wali santri kelas XII kemarin, Ahad 27/8 di Gor Damanhuri Romli Pesantren Zainul Hasan Genggong.

“ Tentunya, Ilmu yang diperoleh disini agar tidak putus maka harus diamalkan dengan baik dan benar, sehingga dapat membanggakan Bangsa, Pesantren dan Madrasah ini” Pintanya kiai yang kini menjabat ketua PC.  LDNU  Kota Kraksaan. (Hen)

Pelantikan Duta Karakter Putri, MA Zainul Hasan

UPACARA BENDERA DAN PELANTIKAN DUTA KARAKTER MADRASAH ALIYAH ZAINUL HASAN 1 GENGGONG

Genggong, – Sabtu  (26/08/2017) MA Zainul Hasan 1 Genggong mengadakan upacara rutin yang bertempat di halaman pesantren Zainul Hasan, pada pukul 07:15 KH. Ahsan Maliki S.Sy, santri putri dan para asatidz telah berkumpul memenuhi tempat, upacara kali ini sengaja di adakan bersamaan dengan pelantikan Duta Karakter ke-2 MA Zainul Hasan. Kegiatan ini memang merupakan salah satu kegiatan rutin setiap hari sabtu yang di adakan madrasah aliyah sebagai bentuk kecintaan santri pada tanah air, “Pahlawan yang berjuang berkorban nyawa melawan penjajah, tapi justru kita yang merasakan kemerdekaan, oleh karena itu untuk menghormati jasa pahlawan, hormatilah bendera kita karena di dalam bendera tersimpan banyak sejarah perjuangan pahlawan”. tutur Kepala Madrasah.

Tahun ini madrasah aliyah kembali Madrasah Aliyah menerapkan program pemilihan Duta Karakter, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan santri baik dalam bertingkah laku dan berucap, jumlah keseluruhan dari Duta Kedisiplinan angkatan pertama ini adalah 40 orang dengan rincian 2 orang perkelas. Kemarin kepala madrasah melantik langsung para duta karakter dengan dimulai pembacaaan ikrar, “Hal ini jangan diremehkan! Meskipun hanya bermula menjadi duta karakter di MA Zainul Hasan, siapa tau kelak kalian akan menjadi Duta Karakter di tungkat internasional”. Tutur Beliau di sambut tepuk tangan para santri. “Semoga amanah ini bisa membawa kalian menuju kesuksesan yang lebih baik”. Pungkas beliau. 

Untuk membedakan Santri Duta Karakter Madrasah, Kepala Madrasah mengalungkan asduk berwarna kombinasi hijau putih kepada semua duta yang terpilih, di iringi oleh syahdunya alunan paduan suara dari teman-teman Osis. Paduan suara dengan lirik pemegang amanah pendidikan membuat suasana makin haru. Fungsi Duta Karakter ini menjadi ikon kedisiplinan di lingkunan Madrasah, penuh harap KBM yang berlangsung bisa benar berjalan dengan baik. (al/osis)