Jelang UNBK MA/SMA 2019, Ini Pesan Nun Hassan Ahsan Malik

GENGGONG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  bagi kelas XII MA/SMA 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 1 April 2019 mendatang,  semua keperluan dan perlengkapan Ujian sudah di persiapkan dengan matang oleh semua lembaga pendidikan.  Baik persiapan sarana dan prasarana juga persiapan mental peserta didiknya.

Akan tetapi kelancaran, keberhasilan dan kesuksesan ujian bukan hanya bergantung pada hal itu. Hal ini tidak lepas dari Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala dan kompetensi siswa sendiri.

Agar pelaksanaan lancar dan menghasilkan nilai terbaik bagi kelas XII serta lulus 100 pesen, Osis putra MA Zainul Hasan 1 Genggong menggelar doa bersama (Istighosah) di Ruang Indoor lantai 3 MA Zainul Hasan 1 Genggong yang diikuti oleh semua santri putra,  Sabtu (30/03/2019) tadi padi.

Acara Istighosah di buka oleh Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong, KH. Ahsan Maliki, S.Sy. Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa, beliau sangat senang dan bahagia menyaksikan semangat dari seluruh keluarga besar MA Zainul Hasan 1 Genggong dalam melaksanakan doa bersama untuk santri kelas XII. “Acara ini sangat bagus, sebagai bentuk usaha dalam meraih kesuksesan, untuk menghadapi Ujian Nasional ini, semua santri kelas XII diharapkan  mempersiapkan diri secara lahir batin dan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Nun Hassan Ahsan Malik juga menuturkan bahwa acara  Istighosah ini bukan semata untuk kelas XII saja, namun juga mendoakan semua santri kelas X, XI dan guru serta keluarga besar  MA Zainul Hasan 1 Genggong. “ Semoga santri yang tidak rajin menjadi rajin, semoga keinginan dan yang dicita-citakan dikabulkan oleh Allah,” harap putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam.

Nun Alex sapaan akrabnya sebelum mengakhiri sambutan berpesan kepada semua santri yang hadir untuk selalu rajin belajar dan mendalami ilmu-ilmu yang ada,” Saya harap semua santri untuk selalu memiliki akhlak yang baik kepada guru,” tuturnya.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 Wib itu dihadiri oleh Nun Hassan Alawi Hazim, Nun Ahmad Hassan Miftahuzzain, pimpinan, karyawan dan guru serta semua santri putra, baik yang kelas X, XI, XII dengan diiringi oleh jam’iyah hadrah Al Misdat Pondok Darut Tauhid Pesantren Zainul Hasan Genggong. (hendra)

Raih Juara 1 Olimpiade Nahwu Shorrof Tingkat Nasional, Ini Kata Nun Alex dari Kota Suci

GENGGONG: Keluarga Besar Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo patut bangga kepada salah satu santriwati yang bernama Himayatul Husna. Pasalnya, santriwati yang masih duduk di bangku kelas XI MA Zainul Hasan 1 Genggong itu berhasil mengharumkan nama besar pesantren dengan menorehkan juara 1 Tingkat Nasional dalam ajang Olimpiade Nahwu Shorrof pada Event Festival Turots Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh BEMS (Badan Eksekutif Mahasantri) Ma’had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kamis, 7/03/2019 kemarin.

Nun Hassan Ahsan Malik Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong sangat terkejut dengan informasi berhasilnya santri MA Zainul Hasan 1 Genggong membawa pulang juara 1 tingkat nasional dalam Olimpiade Nahwu Shorrof,” Ini sebuah kebanggaan tersendiri tatkala kami berada di kota suci. Saya berharap semoga santri-santri Pesantren Zainul Hasan Genggong terus menggali prestasi di lembaganya untuk memberikan yang terbaik bagi ummat Nabi Muhammad,”harap ketua LDNU Kota Kraksaan yang saat ini menunaikan ibadah Umrah.

Lanjut Nun Alex (Sapaan akrabnya-Red) berpesan kepada Himayatul Husna agar terus istiqomah dalam belajar, jangan pernah merasa puas dengan kemenangan. “Ingatlah bahwa rajin pangkal pandai, terlalu rajin takkan bisa merasa pandai. Bersyukurlah atas prestasi ini, berterima kasihlah kepada Guru-Guru mu yang telah mendidikmu menjadi baik dan pertahankan supaya bisa lebih banyak memberi kebahagiaan bagi yang lain,” ucapnya melalui pesan singkat telegram.

Dalam pantauan jurnalis madrasah, Himayatul Husna yang tercatat di program tahqiqu qiroatil kutub MA Zainul Hasan 1 Genggong itu bersaing dengan Pesantren se Indonesia, diantaranya, Pondok  Sarang, Pondok Pesantren Bata – Bata Madura, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyyah Sukorejo Situbondo, pondok pesantren dari Pulau Sumatra dan Sulawesi serta pesantren lainya. (hendra)

Dosen Uin Maliki Malang: MA ZAHA 1 Genggong Menjawab Era Revolusi Industri 4.0

GENGGONG: “Sekelas Madrasah Aliyah sudah mampu membahas soal  bursa saham dalam kontek perekonomian Islam modern, gender dan masalah emansipasi, di tingkat perguruan tinggi saja belum tentu bisa membahas topik-topik seperti ini,” nah ini merupakan suatu kelebihan dari program unggulan Madrasah Aliyah Zainul Hasan yang perlu diatur kembali hingga menjadi sebuah kekuatan untuk melakukan perubahan sosial, dan merupakan potensi yang harus terus digali dan dikawal. Kalau kemampuan literasinya bisa dikembangkan akan bisa mewarnai dunia digital dan ini bisa membawa perubahan yang luar biasa, ” ucap Dr. M. Faisol, M.Ag Dosen Universitas Negeri Malang usai menguji tugas akhir karya santri yang mengikuti program Tahqiqu Qiroatil Kutub MA Zainul Hasan 1 Genggong.  Minggu 24/2/2019 lalu di Aula Hasbanah.

Bapak Faisol juga menuturkan bahwa di era revolusi industri 4.0 salah satu kompetensi yang harus dimiliki santri milenial adalah kreatif, yang kedua networking, karena kita tidak bisa hidup sendiri, kita harus punya jaringan. “Zainul Hasan ini alumninya banyak,  beliau mencontohkan bagaimana Geng Halilintar mampu menghasilkan uang 1 milyar dalam sebulan, caranya bagaimana?, kita harus jadi youtuber dan karya kita bisa diakses banyak orang. Bayangkan bila setiap bula ada seribu alumni yang mengakses karya kita, kita tinggal kalikan 1 dolar kali 1000, di sinilah pentingnya jaringan dan peran alumni sangat dibutuhkan untuk memberikan kontribusi pada pesantren,” mimpinya yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta yang hadir.

Sementara, Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan KH. Ahsan Maliki, S.Sy menyampaikan bahwa MA Zainul Hasan 1 Genggong telah memberikan kesempatan bagi peserta didiknya dengan dunia dakwah, hal ini telah dilaksanakan dalam kegiatan ABS (amal bakti santri) yang diikuti oleh segenap santri kelas XII program IAI.

Munaqosyah ke tiga ini, nanti hasil karya anak tahqiq tiga angkatan akan kita bukukan dan bisa menjadi milik madrasah sekaligus untuk memperkaya perbendaharaan perpustakaan madrasah yang nantinya juga bisa dijadikan souvenir buat tamu kehormatan. Ide ide anak tahqiq cukup cemerlang dan bisa kita kembangkan agar bisa go publik dengan menggunakan fasilitas internet yang ada seprti Instagram channels telegram ma zaha dan media sosial lainnya,” harap Nun Hassan Ahsan Malik putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam kepada peserta yang hadir.

Tugas akhir karya ilmiah yang diujikan itu memuat tentang seputar hukum keislaman ala Aqidah Ahlu Sunnah Walajama’ah diikuti oleh sebanyak 80 santri yang mengikuti program tahqiqu qiroatil kutub khususnya Kelas XII Program IAI.  Di  tahun 2019  ini karya ilmiah membahas topik aqidah, ubudiyah, munakahah, sosial, ekonomi dan politik. (Rozy/Hendra)