Osis MA Zainul Hasan 1 Genggong; Meraih Bintang dengan Sebuah Pena

Pajarakan: “ Terima kasih kepada LPM STIH Zainul Hasan Kraksaan atas kembali memberikan ilmu tentang jurnalistiknya kepada anak-anak kami,  Alhamdulillah, tahun lalu setelah didiklat, Osis MA Zainul Hasan telah membuahkan hasil, antara lain telah membuat buletin dan beberapa berita,” ucap Ustadz Agus Surrahman, S.Si pembina osis saat membuka acara diklat jurnalistik yang diselenggarkan oleh osis putri MA Zainul Hasan 1 Genggong. Jumat, (07/12/2018).

Ustadz Agus berharap kepada semua peserta diklat agar serius dalam mengikuti yang singkat ini, tentunya tidak mudah membuat berita, “ InsyAllah, setelah kalian mahir dalam membuat berita, kita akan membuat buku hasil karya kalian, dan kami sudah berkomunikasi dengan penerbit” harap ustadz yang mengajar  mata pelajaran Kimia di MA Zainul Hasan Genggong ini sembari disambut tepuk tangan yang meriah.

Diklat jurnalistik yang bertema Meraih Bintang dengan Sebuah Pena diikuti sebanyak 30 pengurus Osis putri Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong diberi beberapa materi, diantaranya tentang pengenalan berita, teknik membuat berita, teknik wawancara hingga praktek membuat berita, desain buletin dan majalah hingga memasukkan berita ke dalam website.

Izzatun Nauly menyampaikan bahwa dengan adanya diklat jurnalistik ini agar pengurus osis bisa membuat berita yang dimuat di buletin, majalah hingga di website, “ Alhamdulillah kami banyak mendapatkan ilmu tentang jurnalistik hari  ini, “ ujar ketua osis putri masa khidmat 2018-2019.

Santriwati yang akrab disapa Izza ini mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaanya kakak-kakak mahasiswa atas bimbinganya, “Kami berharap dengan diadakan diklat hari ini, ada tindak lanjut dari mereka, “harap santriwati kelahiran Leces 14 Juni 2001 saat diwawancarai oleh divisi jurnalistik. (Reporter : Intan Maghfiroh).

MA Zainul Hasan 1 Genggong, Kembali Beprestasi

Genggong: Prestasi dan semangat santri Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo tak pernah pudar hal ini tidak lepas dari kerjasama dari setiap pihak sehingga menjadi faktor utama atas kesuksesan madrasah yang dipimpin oleh K.H. Ahsan Maliki, S.Sy dalam setiap lomba yang diikuti.

Terbukti atas adanya dukungan penuh dari kepala madrasah, dewan asatidz dan seluruh santri MA Zainul Hasan 1 Genggong kepada santri yang dipilih untuk mengikuti lomba pekan arabi yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Malang (UNM) hari Kamis- Senin, 13 – 17 September 2018 lalu .

Lomba yang diadakan selama sepekan ini memuat 9 cabang lomba berbasis bahasa arab diantaranya : Taqdimul qissoh, syi’ir, masrohiyah, kaligrafi, taqdimul akhbar, muhadhoroh ilmiah, baca kitab serta olimpiade bahasa arab.

Dari 9 jenis perlombaan yang diadakan, MA. Zainul Hasan 1 Genggong mengikuti 5 cabang perlombaan diantaranya, masrohiyah, taqdimul qisshoh, syi’ir, olimpiade bahasa arab dan baca kitab.

Alhasil, Madrasah yang di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong berhasil menjuarai perlombaan masrohiyah sebagai juara 2 penyaji terbaik, harapan 1 lomba baca kitab serta harapan 2 lomba syi’ir.

Prestasi ini merupakan hasil kerjasama yang luar biasa dari segenap keluarga MA Zainul Hasan 1 Genggong, khususnya para guru yang telah membimbing para santrinya. (Reporter: Fara/Maryam/Dra)

SANTRI MA ZAINUL HASAN 1 GENGGONG, TARGET JADI PENULIS

PAJARAKAN: “Setelah kami amati tadi, Nun (panggilan putra kiai-Red) banyak memberikan pertanyaan kedua kandidat tentang adanya budaya literasi, Nun ingin santri Madrasah Aliyah mengembangkan bakat dalam dunia tulis-menulis, bagaimana penjelasanya Nun ?,” tanya jurnalis santri kepada kepala MA. Zainul Hasan 1 Genggong usai memberikan sambutan dalam debat terbuka dan pemilihan ketua Osis putri Masa Khidmat 2018/2019 Sabtu, 22/9/2018 tadi pagi.

Mendapat pertanyaan seperi itu, Nun Hassan Ahsan Malik menjawab bahwa dalam tiga tahun terakhir osis telah memprogramkan kegiatan bedah buku, yang saya nilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi santri, sehingga butuh upaya pengimplementasian dari program tersebut,”Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan itu merupakan bentuk penawaran agar santri MA ZAHA memfokuskan diri terhadap pengembangan bakat dalam dunia tulis menulis,” jawabnya putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam.

Nun Alex juga menjelaskan bahwa kita harus menilik terhadap sejarah Genggong sendiri, sejak dahulu tidak pernah lepas dari dunia literasi seperti penulisan kitab oleh salah satu pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong diantaranta K.H. Moh. Hasan dan Nun Tuhfa, kini karya dua pengasuh itu dijadikan sebagai sarana dakwah dan pendidikan.

“Maka saya berharap kepada semua santri, khususnya santri Madrasah Aliyah sebelum lulus dapat mengarang atau menulis satu buku tentunya nanti akan dimbimbing dari gurunya,” pintanya Ketua LDNU Kota Kraksaan ini. (Reporter: Siti Maryam/Fara/Dra)