Dosen UIN Malang Sebut Santri MA Zaha Luar Biasa

GENGGONG – MA Zainul Hasan (Zaha) 1 Genggong, kembali menyelenggarakan Munaqosyah Tugas Akhir bagi santri Program TahqiquQiroatil Kutub (Tahqiq). Sedikitnya ada 10 dari 78 santri Program Keagamaan dinilai luar biasa lantaran mampu menjawab pertanyaan penguji dan adu argumentasi dengan berbagai referensi.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Keagamaan Fakultas Humaniora, M. Faisol, usai menguji para santri, pada Ahad (9/2).
“Luar biasa. Menerjemah itu tidak mudah. Banyak kompetensi yang harus dimiliki seorang penerjemah. Kalian tidak hanya bisa menerjamah. Tapi juga bisa menyampaikan argumentasi tentang hukum-hukum dengan referensi dari berbagai sumber,” ungkap Faisol yang hadir sebagai Dosen Penguji Tugas Akhir (TA) Program Tahqiq itu.


Lanjutnya, meski kitab yang diujikan hanya satu, namun para santri bisa menjawab pertanyaan dengan ibarah dari kitab-kitab lain. “Sungguh luar biasa, anak-anak saya di perguruan tinggi belum tentu bisa seperti mereka,” ungkap Faisol pada penutupan munasqosyah.
Pihaknya berharap tugas akhir santri bisa segera dibukukan. Sehingga nantinya bisa dijadikan tolok ukur dalam pembelajaran dan juga bisa dipelajari oleh para santri di kelas-kelas. “Apalagi karya itu bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas,” ujarnya dengan penuh harap.
Sementara itu, Ketua Program Tahqiq, Fakhrur Razi menyampaikan, tugas akhir santri tahun ini berbeda dengan tugas akhir pada tahun sebelumnya. Kali ini tugas akhir dikemas dalam bentuk terjemah kitab. Ada 3 kitab yang diterjemahkan, yaitu kitab Qurrotu al-Ain, Ahkamual-Masajidfi Syariati al-Islam, dan Nasihatun li al-Huffaz.
Dengan adanya tugas akhir, imbuhnya, santri tidak hanya dituntut mampu menerjemah, melainkan juga dapat mempertanggungjawabkan setiap kalimat, baik secara kaidah nahwu maupun kontennya. “Kami mencari tiga kitab yang jarang bahkan hampir tidak ada terjemahannya, akhirnya ditemukanlah tiga kitab ini. Dengan begitu, artinya mereka dapat menerjemah murni dari buah pemikiran mereka sendiri,” terang Razi. Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut adalah indikator bahwa santri mampu membaca dan memahami kitab dengan baik.
Kerja sama MA Zaha dan Fakultas Humaniora UIN Malang sudah berlangsung selama empat tahun. M. Faisol dan Arif Rahman Hakim sebagai dosen utusan, menguji 10 santri terbaik dengan sangat detail. Keduanya menanyakan lafaz, terjemahan, dan isi materi yang mendalam. (en)

Kuliah Tamu dan Munaqosah Ujian Akhir Prodistik

Genggong, Selain memperdalam pelajaran agama melalui kajian kitab salaf, MA ZAHA juga menyeimbangkan pengetahuan umumnya. Ini terbukti dengan berjalannya program madrasah. Semangat dan antusias para santri dalam mengikuti dan menjalankan program pun juga tak bisa dipandang sebelah mata.

Rabu 22/01/2020 MA ZAHA kedatangan tamu istimewa dari ITS Surabaya, mereka adalah Bapak M Zainul Asrori, M.S.i. dan Bapak Dr. Hozairi, MT. yang sengaja datang memenuhi undangan madrasah untuk mengisi Kuliah Tamu bagi santri khusus kelas X (sepuluh) IPA dan IPS.

Pembukaan kuliah tamu yang bertempat di Aula Lt3 Gedung putra P5 ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Ketua Prodistik, Waka Kurikulum, dan dua Pemateri dari ITS Surabaya.

Begitu khidmat mengikuti pembukaan kuliah tamu, Santri Putra dan Putri kelas X MA ZAHA Program Prodistik.

Kuliah Tamu merupakan kegiatan rutin Madrasah yang dilakukan tiap tahunnya dengan tujuan mempermudah dan membuka jalan bagi para santri untuk menyongsong cita-citanya. Dalam sambutannya Dosen ITS Surabaya, Bapak M Zainul Asrori, M.S.i mengutarakan bahwa tantangan kita saat ini semakin kedepan semakin berat, jadi butuh persiapan yang matang untuk segala sesuatunya demi menggapai cita – cita yang di inginkan.

Disamping kuliah tamu khusus kelas X Prodistik, tim dari ITS Surabaya berkesempatan menguji santri kelas XII Program Prodistik yang sudah di seleksi dengan nilai di atas rata-rata. Ujian ini di ikuti oleh 4 Jurusan yaitu Multimedia, Desain Grafis, Programming, dan Animasi. Ujian ini merupakan salah satu syarat kelulusan atau mengikuti Ujian Nasional.

Munaqosah ujian tugas akhir, presentasi siswi Prodistik di hadapan tamu penguji.

Berbeda dengan Bapak M Zainul Asrori, M.S.i, Kepala Madrasah Nun Ahsan Maliki S.Sy flasback menceritakan tentang berdirinya Prodistik sebagai program andalan di MA Zaha, yakni di tahun 2012 dengan harapan para santri bisa tampil lebih percaya diri sesuai dengan kemampuannya, selain itu beliau juga berharap agar santri melek IT, sehingga mereka mampu membawa kemampuan IT dengan akhlaq santri, bahkan tak jarang Ayah dari 3 putra dan 1 putri ini mengatakan “Angkatlah derajat santri dengan Akhlaqmu”.

Nun Alex, sapaan akrab Kepala Madrasah juga mendoakan agar setiap kegiatan bisa berjalan lancar dan istiqomah meski selalu dalam keterbatasan. (dhan, min)

MA ZAHA 1 GENGGONG SUKSES GELAR PKSM

GENGGONG: PKSM (Pekan  Kreativitas Santri MA ZAHA ) adalah salah satu program OSIS MA Zainul Hasan 1 Genggong (Class Meeting -Red) masa khidmat 2019 – 2020 yang telah teragenda dalam rapat kerja osis pada awal kegiatan, selain itu program ini adalah kegiatan rutin tahunan yang selalu diagendakan oleh Osis MA Zainul Hasan 1 Genggong masa khidmat 2019 – 2020 dengan tema Wujudkan Jiwa Sportivitas,Tingkatkan Kreativitas dan Prestasi.

Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong Nun Ahsan Maliki, S.Sy berpesan agar kegiatan lomba ini diikuti dengan serius dan senang. Beliau berharap, melalui lomba internal madrasah ini dapat diketahui minat dan bakat santri,” Siapa tahu dengan memenangkan lomba disini, nanti bisa bermanfaat di tingkat regional, nasional hingga internasional,” kata putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam saat membuka acara. Sabtu, 28/12/2019 lalu.

Nun alex meminta kepada segenap peserta lomba agar mematuhi segala keputusan panitia yang dalam hal ini pengurus osis demi sportivitas,” Saya harap semua peserta lomba patuh dan tunduk atas peraturan yang ada,” pungkasnya.

Ustadz Agus Surahman, S.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat memberi nilai baik dan positif bagi para santri, pasalnya kegiatan ini melibatkan seluruh santri, sehingga santri dituntut untuk bisa bekerja sama, baik dalam kepanitiaan maupun antar teman sekelasnya.

“Kegiatan ini sangat penting, dikarenakan pada kegiatan ini santri diberi kesempatan dalam mengasah potensi dan kekompakan dalam setiap bidang lomba, segala bentuk usaha para santri akan berdampak kepada pengalaman dan pembelajaran.” terang Pembina osis.

Dalam pelaksanaan PKSM yang digelar mulai tanggal 28 Desember 2019 hingga 02 Januari 2020 ini, kepanitiaan dibagi jadi dua,  yaitu putra dan putri, untuk putra jenis lomba yang digelar diantaranya, Futsal,  Catur, Tenis Meja, Bulu tangkis, Volly Ball,  Pidato 3 Bahasa (Arab, Inggris, dan Madura), MSQ, Baca Kitab, MTQ, Nasyid Nadhom Safinatun Najah, Stand up Comedy , Cerdas Cermat (materi umum, kepesantrenan dan agama),  Teatrikal Puisi dan Drama santri.

Sementara di putri jenis lombanya sebagai beikut; cipta puisi dan cerpen, Tartil, Poster, MSQ, Drama santri, Kaligrafi, Qissohotul Arabiah, Story Telling, Rebbana, Baca Kitab Kuning, Rangking 1 Aswaja, Mading 3 D, Recycle Design, dan Singer.  

Reporter :  Kelvina Berlian, Alya Aghita

Editor : Hendra