Raih Juara 1 Olimpiade Nahwu Shorrof Tingkat Nasional, Ini Kata Nun Alex dari Kota Suci

GENGGONG: Keluarga Besar Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo patut bangga kepada salah satu santriwati yang bernama Himayatul Husna. Pasalnya, santriwati yang masih duduk di bangku kelas XI MA Zainul Hasan 1 Genggong itu berhasil mengharumkan nama besar pesantren dengan menorehkan juara 1 Tingkat Nasional dalam ajang Olimpiade Nahwu Shorrof pada Event Festival Turots Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh BEMS (Badan Eksekutif Mahasantri) Ma’had Aly Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kamis, 7/03/2019 kemarin.

Nun Hassan Ahsan Malik Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong sangat terkejut dengan informasi berhasilnya santri MA Zainul Hasan 1 Genggong membawa pulang juara 1 tingkat nasional dalam Olimpiade Nahwu Shorrof,” Ini sebuah kebanggaan tersendiri tatkala kami berada di kota suci. Saya berharap semoga santri-santri Pesantren Zainul Hasan Genggong terus menggali prestasi di lembaganya untuk memberikan yang terbaik bagi ummat Nabi Muhammad,”harap ketua LDNU Kota Kraksaan yang saat ini menunaikan ibadah Umrah.

Lanjut Nun Alex (Sapaan akrabnya-Red) berpesan kepada Himayatul Husna agar terus istiqomah dalam belajar, jangan pernah merasa puas dengan kemenangan. “Ingatlah bahwa rajin pangkal pandai, terlalu rajin takkan bisa merasa pandai. Bersyukurlah atas prestasi ini, berterima kasihlah kepada Guru-Guru mu yang telah mendidikmu menjadi baik dan pertahankan supaya bisa lebih banyak memberi kebahagiaan bagi yang lain,” ucapnya melalui pesan singkat telegram.

Dalam pantauan jurnalis madrasah, Himayatul Husna yang tercatat di program tahqiqu qiroatil kutub MA Zainul Hasan 1 Genggong itu bersaing dengan Pesantren se Indonesia, diantaranya, Pondok  Sarang, Pondok Pesantren Bata – Bata Madura, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyyah Sukorejo Situbondo, pondok pesantren dari Pulau Sumatra dan Sulawesi serta pesantren lainya. (hendra)

Dosen Uin Maliki Malang: MA ZAHA 1 Genggong Menjawab Era Revolusi Industri 4.0

GENGGONG: “Sekelas Madrasah Aliyah sudah mampu membahas soal  bursa saham dalam kontek perekonomian Islam modern, gender dan masalah emansipasi, di tingkat perguruan tinggi saja belum tentu bisa membahas topik-topik seperti ini,” nah ini merupakan suatu kelebihan dari program unggulan Madrasah Aliyah Zainul Hasan yang perlu diatur kembali hingga menjadi sebuah kekuatan untuk melakukan perubahan sosial, dan merupakan potensi yang harus terus digali dan dikawal. Kalau kemampuan literasinya bisa dikembangkan akan bisa mewarnai dunia digital dan ini bisa membawa perubahan yang luar biasa, ” ucap Dr. M. Faisol, M.Ag Dosen Universitas Negeri Malang usai menguji tugas akhir karya santri yang mengikuti program Tahqiqu Qiroatil Kutub MA Zainul Hasan 1 Genggong.  Minggu 24/2/2019 lalu di Aula Hasbanah.

Bapak Faisol juga menuturkan bahwa di era revolusi industri 4.0 salah satu kompetensi yang harus dimiliki santri milenial adalah kreatif, yang kedua networking, karena kita tidak bisa hidup sendiri, kita harus punya jaringan. “Zainul Hasan ini alumninya banyak,  beliau mencontohkan bagaimana Geng Halilintar mampu menghasilkan uang 1 milyar dalam sebulan, caranya bagaimana?, kita harus jadi youtuber dan karya kita bisa diakses banyak orang. Bayangkan bila setiap bula ada seribu alumni yang mengakses karya kita, kita tinggal kalikan 1 dolar kali 1000, di sinilah pentingnya jaringan dan peran alumni sangat dibutuhkan untuk memberikan kontribusi pada pesantren,” mimpinya yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta yang hadir.

Sementara, Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan KH. Ahsan Maliki, S.Sy menyampaikan bahwa MA Zainul Hasan 1 Genggong telah memberikan kesempatan bagi peserta didiknya dengan dunia dakwah, hal ini telah dilaksanakan dalam kegiatan ABS (amal bakti santri) yang diikuti oleh segenap santri kelas XII program IAI.

Munaqosyah ke tiga ini, nanti hasil karya anak tahqiq tiga angkatan akan kita bukukan dan bisa menjadi milik madrasah sekaligus untuk memperkaya perbendaharaan perpustakaan madrasah yang nantinya juga bisa dijadikan souvenir buat tamu kehormatan. Ide ide anak tahqiq cukup cemerlang dan bisa kita kembangkan agar bisa go publik dengan menggunakan fasilitas internet yang ada seprti Instagram channels telegram ma zaha dan media sosial lainnya,” harap Nun Hassan Ahsan Malik putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam kepada peserta yang hadir.

Tugas akhir karya ilmiah yang diujikan itu memuat tentang seputar hukum keislaman ala Aqidah Ahlu Sunnah Walajama’ah diikuti oleh sebanyak 80 santri yang mengikuti program tahqiqu qiroatil kutub khususnya Kelas XII Program IAI.  Di  tahun 2019  ini karya ilmiah membahas topik aqidah, ubudiyah, munakahah, sosial, ekonomi dan politik. (Rozy/Hendra)

Osis MA ZAHA 1 Genggong Adakan Diklat Jurnalistik, Ini Kata Anak Bekasi Jawa Barat

Pajarakan: “Demi menumbuhkan dunia tulis menulis dan sebuah karya di Madrasah ini, maka osis putra mengadakan kegiatan diklat jurnalistik, disamping itu agar santri juga bisa menguasai ilmu teknologi, khususnya dalam media sosial,” ucap Moch. Alfin Thomas ketua osis putra saat membuka acara diklat jurnalistik yang diselenggarkan oleh osis putra MA Zainul Hasan 1 Genggong di Ruang  Aula Hasbanah, Senin, (04/02/2019).

Alfin (nama akrabnya-Red) berharap kepada semua peserta diklat agar serius untuk mengikuti diklat ini demi mewujudkan budaya menulis, “ saya harap teman-teman setelah mengikuti acara diklat ini, selalu aktif membuat berita kegiatan madrasah, selain diletakkan di Buletin Osis, juga kita terbitkan di website Madrasah Aliyah ini, tentunya semua kegiatan madrasah, bukan hanya kegiatan osis, bahkan setiap kegiatan pesantren kita harus liput” harap ketua Osis 2018-2019 kelahiran Probolinggo, 04 April 2002 sembari tersenyum.

Diklat jurnalistik yang dilaksanakan di Ruang Aula Hasbanah itu berlangsung sejak pukul 08.00 Wib bertema Budayakan Menulis Menumbuhkan Santri Menulis diikuti sebanyak 39 pengurus Osis putra Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong diberi beberapa materi, diantaranya tentang pengenalan berita, teknik membuat berita, jenis-jenis berita, teknik wawancara hingga praktek membuat berita, hingga memasukkan berita ke dalam website.

Moch. Daffa R menyampaikan bahwa dengan adanya diklat jurnalistik ini agar pengurus osis bisa membuat berita yang dimuat di buletin, majalah hingga di website, “ Alhamdulillah kami banyak mendapatkan ilmu tentang jurnalistik hari  ini, dan dengan adanya diklat ini, saya tambah semangat menulis, InsyaAllah saya akan rajin menulis“ ujar santri kelas X IPS .

Santri yang akrab disapa Daffa ini mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus osis dan Ustadz Mohammad Hendra atas bimbinganya, “Saya harap, tulisan saya nanti bisa diletakkan di website MA Zainul Hasan dan Pesantren,“ harap santri yang berasal dari Bekasi Jawa Barat saat diwawancarai oleh jurnalis santri MA Zainul Hasan 1 Genggong.

(Reporter : Mohammad Ato’illah).