Osis MA ZAHA 1 Genggong Sebarkan Takjil, Ini Komentar Pengendara Motor yang Melintas

GENGGONG : Di saat santri Pesantren Zainul Hasan dijemput oleh orang tuanya untuk liburan pesantren, Osis Putri MA Zainul Hasan 1 Genggong masa khidmat 2018-2019 kembali mengadakan kegiatan memburu pahala di bulan suci Ramadhan 1440 H.

Selain melaksanakan kegiatan khotmil Qur’an, osis yang dipimpin oleh Izzatun Nauly juga mengadakan tebar sedekah kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa, salah satunya adalah membagi-bagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas di depan pintu gerbang Pesantren Zainul Hasan Genggong. Rabu, (15/05/2019) tadi sore.

Izzatun Nauly Ketua osis putri mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda yang telah ditetapkan pada program osis di saat rapat kerja dan sesuai dengan petunjuk Pembina osis, selain itu, kegiatan ini merupakan program akhir dalam masa amanah sebagai pengurus osis.” Alhamdulillah, diakhir jabatan ini, kami menunaikan sedekah di bulan suci, semoga pengabdian kami diridhoi oleh Allah,” harapnya.

Izza panggilan akrabnya menyebutkan bahwa bingkisan takjil yang diberikan sebanyak dua ratus lebih berupa makanan snack, minuman segar dan sebagian nasi,” Sumber dananya ini berasal dari dana kas serta laba kegiatan bazar karya santri  kemarin, “ tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 Wib itu sempat diguyur hujan, namun pengurus osis dan pembina tidak berhenti untuk memberikan takjil, sehingga mendapat antusias dari pengguna jalan yang melintas di jalan raya, tepatnya di depan pintu gerbang pesantren. Dia (pengendara-red) menuturkan bahwa dengan adanya pembagian takjil ini, maka bulan ibadah puasa terasa dibandingkan dengan bulan lainya.

“ Alhamdulillah, terima kasih ya, semoga Allah membalasnya dengan yang lebih besar. Saya harap kegiatan ini tiap tahun dilakukan, karena dengan adanya pembagian takjil ini, bulan puasa sangat terasa daripada bulan-bulan lainya, ini juga merupakan syiar Islam dan pesantren dalam bersedekah,” ujar pengendara yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara ustadzah sohihah berharap agar kagiatan sosial osis ini selalu dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada orang lain,” Tahun-tahun sebelumnya kami melaksanakan buka bersama dengan anak yatim, namun tahun ini kami mencoba memberikan takjil kepada para pengguna jalan ini, semoga semuanya bernilai ibadah,” harap Pembina osis MA Zainul Hasan 1 Genggong saat membagikan takjil tadi sore.(dra)

90 Santri MA ZAHA Gelar Tasyakkuran Tahtiman Alfiyah Ibnu Malik 1002 Bait

GENGGONG: Pesantren Zainul Hasan Genggong adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Jawa Timur Berdirinya lembaga ini jauh sebelum Indonesia merdeka yaitu tepatnya pada tahun 1839 M di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Profinsi Jawa Timur

Pesantren yang sudah mengalami 4 estafet kepemimpinan, mulai K.H. Zainal Abidin, K.H. Moh. Hasan, K.H. Hasan Saifouridzall hingga generasi ke empat K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH, MM ini, hingga kini (2019) tidak hilang jati dirinya sebagai pesantren salaf sejak awal berdirinya.

Terbukti, Pada hari Sabtu, (04/05/2019) Pondok Putri Pesantren Zainul Hasan Genggong mengadakan Tasyakkuran Tahtiman Alfiyah ibnu malik 1002 karya Syekh Muhammad bin Abdullah bin Malik Alandalusy.

Acara yang dimulai sekira pukul 20.30 Wib itu diikuti oleh 90 santriwati yang berasal dari pendidikan Madrasah Aliyah Program Ilmu Agama Islam (IAI) kelas X dan XI dan didampingi oleh dewan asatidzah pengurus Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Ustadzah Khazinatul Waritsah Pembina kegiatan pondok putri MA Zainul Hasan 1 Genggong mengatakan bahwa acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah dimudahkan dalam menghafalkan karya monumental Imam Malik itu.

“ Alhamdulillah, kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun, dengan adanya kegiatan ini, berharap santri yang masih belum hafal agar termotivasi untuk menghafalkan,” harap ustadzah yang berasal dari Kecamatan wangkal, Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, sebelum dilakukan do’a bersama, para santriwati melakukan lalaran bersama ( membaca nadhom bersama) dengan lagu kesukaan mereka, sehingga para santriwati mudah dalam menghafal,” Perjalanan panjang mereka dalam menghafal ini, patut diapresiasi sehingga mereka akan pelopor bagi santri yang lain dalam menghafal,” tuturnya sembari tersenyum. (Hendra)

Osis MA Zainul Hasan 1 Genggong Gelar Bazar, Ada Tahu Granat

GENGGONG – Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA Zaha) 1 Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo telah  mewisuda 174 santri dari 3 program unggulan di GOR Damanhuri Romly, Pesantren Zainul Hasan Genggong.  Senin (29/04/2019) lalu.

Tiga program unggulan itu, diantaranya adalah program pendidikan terapan bidang TIK atau Prodistik yang merupakan angkatan ke-5 dengan jumlah wisudawan 87, program Tahqiqu Qiroatil Kutub angkatan ketiga dengan jumlah wisudawan 77 dan wisuda angkatan kedua pada program Tahfidzul Qur’an dengan 10 wisudawan.

Hari ini, Sabtu (04/05/2019) melalui Osis Putri MA Zainul Hasan 1 Genggong menggelar kegiatan Bazar Karya Santri yang bertajuk Galery MAZHONE 2019 dengan tema “ Tunjukkan Kreatifitasmu Tanpa Batas” di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyajikan karya-karya santri, mulai dari aneka makanan, minuman, kerajinan tangan hingga gantungan kunci.

Terlaksananya kegiatan tersebut guna menjalankan amanah hasil Raker (Rapat kerja) osis putri masa khidmat 2018/2019, disamping itu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 02 Mei 2019 dan menyambut bulan Suci Ramadhan 1440 H,

Izzatun Nauly Ketua Osis mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan acara ini adalah sebagai  kegiatan edukasi konsep halal kepada santri, tentunya semua yang ada disini melalui pengawasan para pembina osis.

“Dalam bazar ini para peserta yang mengisi stan-stan memberikan edukasi pada santri seperti apa itu jenis makanan halal. Beberapa aneka makanan dan minuman bermenukan makanan khas santri, ada juga tahu granat” ujarnya saat memberikan sambutan.

 

Menurutnya, berawal dari bazar ini, Santri memiliki peran yang sangat penting di Indonesia. apalagi, santri merupakan komunitas yang terus berusaha membangun akhlak dan budi pekerti di masyarakat. “ Alhamdulillah, dengan kegiatan ini, insyAllah santri bisa mempraktekkan bagaimana menjadi pelaku bisnis ekonomi santri,” tuturnya.

Dalam penilain dewan juri, 1 diraih oleh kelas X IPA 2, sedangkan juara 2 diraih oleh kelas XI IAI 1. Adapun dewan jurinya yaitu Bapak Lutfi Hidayat dari jurnalis TV9, dan Ustadz Ali Munir Mustaghfirin guru MA Zainul Hasan 1 Genggong. (hen)