MA ZAHA 1 Genggong, Juara I Festival Sejuta Doa-Harapan Kategori Video

Kraksaan: Festival sejuta Doa dan Harapan gelaran diskominfo Kabupaten Probolinggo, benar-benar klimaks, Kemarin (6/5), Pemkab Probolinggo telah menggelar penganugearahan pada 15 juara dari 3 kategori event hasil kerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo ini.

Masing-masing 5 pemenang dari kategori doa dan harapan melalui tulisan kertas atau surat, 5 pemenang kategori tulisan via media social (medsos), dan 5 pemenang kategori video yang dikirim melalui medsos. Para pemenang berhasil mengeliminasi ribuan peserta festival yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke 271 ini.

Bangga: Bupati dan Wabup Kab.Probolinggo, bersama kepala madrasah  asatid dan santri MA. ZAHA 1 Genggong

Dari 3 kategori itu, kategori tulisan tangan atau surat menjadi yang paling banyak diikuti peserta. Sejak lomba digelar mulai selama april 2017, tercatat sekitar 5 ribu surat yang masuk ke meja panitia. Kemarin, penganugerahan ini digelar bersamaan dengan peresmian Kantor Bupati Probolinggo di jalan Panglima Sudirman, Kraksaan.

Kepala Diskomonfo Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, sangat mengapresiasi para peserta festival ini. Pihaknya pun berharap even kali pertama ini ke depan bisa digelar lagi. “Penganugerahan kepada para pemenang kami gelar bersamaan dengan peresmian Kantor Bupati Probolinggo agar dengan adanya doa dan harapan yang dikirim, peresmian Kantor ini lebih Berkah,” harapnya.

Selain, penganugerahan pemenang festival doa dan harapan, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan hadiah pada Organisasi Perangkat Daerah ( OPD). Berupa, lomba menulis foto dan berita berupa tulisan tangan maupun dikirim melalui Medsos Diskominfo Kabprob.

Adanya festival Sejuta Doa –Harapan ini juga mendapat sambutan positif dari peserta. Juara I Festival Sejuta Doa-Harapan Kategori Video KH. Hassan Ahsan Malik atau yang lebih akrab disapa Nun Alex mengatakan, dengan adanya event ini menjadi pihaknya sebagai masyarakat Kabupaten Probolinggo, benar-benar merasa diperhatikan.

Do’a : Nun Hassan Ahsan Malik, saat membacakan doa

Dengan adanya festival ini, ternyata warga Kabupaten Probolinggo sangat peduli terhadap pemerintahanya dengan menitipkan doa dan harapanya kepada Pemkab Probolinggo. Semoga, Kabupaten Probolinggo semakin jaya dan berkah,” Ujarnya. //mhd

 

KETUM MUI DR KH. MA’RUF AMIN MENYERAHKAN PIALA JUARA 1 FILM PENDEK KEPADA MA. ZAINUL HASAN 1 GENGGONG

Pajarakan : Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo patut bersyukur, pasalnya kemarin malam Sabtu 25/03 Ketua Umum MUI Pusat  Dr. KH. Ma’ruf Amin menyerahkan piala juara 1 Lomba Film Pendek Antar Pesantren Se-Indonesia  kepada  KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong di Auditorium HM Rozyidi Gedung Kementerian Agama yang berada di jalan MH Thamrin, Jakarta.

Dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Film Pendek Antar Pesantren Se-Indonesia, Film berjudul ‘Diary Santri’menjadi pilihan terbaik 1, yangmana Dewan juri utama adalah Habiburrahman El Shirazy, Dani Sapawie dan Embie C. Noor, Selain itu, dewan juri memutuskan bahwa Sinta Wina Maryani sebagai  Sutradara Terbaik 1 yang mana, sinta ini masih duduk dibangku kelas XI IPS di MA. Zainul Hasan 1 Genggong

Adapun  Film Terbaik II jatuh pada film berjudul ‘A Light’ karya Pondok Pesantren Al Ikhlas Putri, Kuningan, Jawa Barat. Film Terbaik III jatuh pada film berjudul ‘Alif’, karya Pondok Pesantren Nurul Huda, Pring Sewu, Lampung.

Sedangkan Penulis Skenario Terbaik I diraih oleh Syahdan Asmara dari Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan judul film ‘Anna Dofatul Minal Iman’. Penulis Skenario Terbaik II diraih oleh M. Ardianysah dari Pondok Pesantren Al Taqwa, Depok, Jawa Barat, dengan judul filmnya ‘Singa-singa Peradaban’. Penulis Skenario Terbaik III diraih oleh Siti Nur Hikmah dari MTS Miftahul Khaer, Babakan, Sukabakti, Curug, Tangerang, dengan judul film ‘Tabungan Masa Akhir’.

Senang: Shinta Wina Maryani memegang piala Sutradara terbaik

Lomba Film Pendek Antar Pesantren Se-Indoneisa, merupakan rangkaian acara Festival Santri 2017 yang diselenggarakan oleh Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam, Majelis Ulama Indonesia. Lomba film pendek tersebut telah dimulai sejak September 2016. Penerimaan karya dimulai pada Oktober 2016 dan berakhir 28 Februari 2017.

Selain  KH. Ma’ruf Amin, hadir pula dalam malam anugerah Pemenang lomba Film Pendek Antar Pesantren se-Indonesia diantaranya Dedy Mizwar dari insan perfilman, Habiburrahman El Shirazy, Dani Sapawie dan Embie C. Noor dan banyak lagi tokoh-tokoh perfilman, yaitu Syed Nur Faiz Khalid bin Syed Ibrahim (as direktur Les Copaque Production Malaysia). //mhd

PANITIA PENERIMAAN SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2017/2018

MADRASAH ALIYAH ZAINUL HASAN 1 GENGGONG PAJARAKAN PROBOLINGGO
Terakreditasi A

“AYO KE MADRASAH, MUMTAZ MADRASAHKU”
“FULLDAY DAN BOARDING SCHOOL”

MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU
TAHUN PELAJARAN 2017-2018

JURUSAN : KEAGAMAAN, IPA, IPS

  1. WAKTU PENDAFTARAN
No Gelombang Waktu Jalur Tanggal Tes Pengumuman Registrasi
1  

1

Rp100.000,-

 

 

21 Maret s.d.

10 Mei 2017

Prestasi 8–13 Juli 2017 15 Juli 2017 15–17 Juli 2017
Reguler
2  

2

Rp200.000,-

 

 

20 Mei s.d.

6 Juli 2017

 

Reguler

  1. KALENDER KEGIATAN
No Kegiatan Waktu
1 MOSBA 18–20 Juli 2017
2 Matrikulasi dan Pengukuhan 22–23 Juli 2017
3 KBM Aktif 24 Juli 2017

JALUR SELEKSI

  1. Jalur Prestasi (Akademik dan Nonakademik)
  2. Mengisi formulir pendaftaran online / offline di kantor sekretariat.
  3. Pendaftar online, harus membawa formulir yang sudah dicetak dari website.
  4. Melampirkan,
  5. fotokopi ijazah 3 lembar / surat keterangan dari sekolah asal
  6. fotokopi SKHUN 2 lembar
  7. pas foto berwarna (3×4) 5 lembar (*)
  8. fotokopi raport semester 3-5
  9. fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan akta kelahiran 3 lembar
  10. surat keterangan peringkat dari sekolah asal
  11. surat rekomendasi dari guru BK untuk penentuan peminatan
  12. piagam penghargaan bagi yang meraih juara 1, 2, dan 3 tingkat kabupaten/provinsi
  13. fotokopi NISN.
  14. Prestasi akademik (peringkat 1, 2 dan 3) bebas biaya pendaftaran
  15. Prestasi nonakademik bebas biaya pendaftaran dan wajib tes peminatan.
  16. Jalur Reguler (jalur tes)
  17. Mengisi formulir pendaftaran online / offline di kantor sekretariat.
  18. Pendaftar online, harus membawa formulir yang sudah dicetak dari website.
  19. Melampirkan,
  20. fotokopi ijazah 3 lembar / surat keterangan dari sekolah asal
  21. fotokopi SKHUN 2 lembar
  22. pas foto berwarna (3×4) 5 lembar (*)
  23. fotokopi raport semester 3-5
  24. fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan akta kelahiran 3 lembar
  25. fotokopi NISN.

(*) bagi calon siswi, foto berjilbab

CONTACT PERSON

  1. MA Zainul Hasan 1 : 081 233 44 1235
  2. Ustadz Moh. Jamalul Lail : 082 33 110 3145
  3. Ustadz Agus Surahman : 0822 365 1717 9



Santri MA. ZAHA menjalani Sidang Munaqosah

Santri MA. ZAHA Genggong diuji oleh Doktor

Sidang Munaqosah Karya tulis Ilmiah pada Tugas Akhir Program Tahqiqu Qiroatil Kutub MA. Zainul Hasan Genggong menjadi wahana baru bagi Pesantren Zainul Hasan Genggong

 

Pajarakan, – Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong terus berupaya menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu madrasah yang menjawab tantangan zaman dengan tidak meninggalkan identitas kesalafannya sesuai dengan cita-cita luhur Pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong tetap sebagai Pesantren Salaf.

Terbukti kemarin, hari Sabtu, 4/2 Madrasah yang dipimpin oleh Almukarram KH. Ahsan Maliki, S.Sy melakukan Sidang Munaqasah bagi santri IAI kelas XII dalam tugas akhir yang berbentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI), yang diuji langsung oleh Dr. Faishal dan Dr. Arif dari Pendidikan Tinggi UIN Maliki Malang. “Tahun ini kita perdana dalam melaksanakan sidang Munaqasah , harapannya ke depan harus lebih baik dan lebih bermanfaat” Ujar Ustadz Fachrur Razi ketua Program Tahqiqu Qiroatil Kutub ini dalam sambutanya.

Sementara, menurut Ustadz Sholihin, S.Hi, Ujian ini salah satu keseriusan kami dalam melaksanakan program unggulan yaitu program Tahqiqu Qiroatil Kutub berbasis kajian kitab salaf yang selama ini kita jalankan, “ Hari ini kita buktikan dengan langsung mendatangkan dari UIN Maliki Malang yang selama ini menjadi mitra Madrasah dan tentunya tahun depan juga akan dilaksanakan ujian seperti saat ini” Jelasnya Ustadz yang saat ini sebagai Wakil Madrasah bidang Kurikulum.

Langkah Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong untuk menjaga kualitas ilmu Pesantren yang salaf bukan hanya isapan jempol belaka, kiat ini benar-benar diterapkan oleh Madrasah hingga tahun ini, santri kelas XII IAI wajib membuat karya tulis ilmiah dalam tugas akhir sebagai bentuk wujud dari program yang selama ini menjadi unggulan Madrasah dalam mengkaji dan mendalami kitab salaf, sehingga karyanya bisa bermanfaat bagi orang lain, dan saya yakin KTI ini akan menjadi kunci awal kesuksesan cita-cita para santri. “Karya tulis Ilmiah ini akan menjadi rujukan Madrasah dan menjadi buku bacaan para santri yang nanti akan kita letakkan di perpustakaan Madrasah dan Pesantren” Ungkapan Nun Hassan Ahsan Malik sapaan nama lain Kepala Madrasah di sela-sela sambutanya .

Dr. Faishal dan Dr. Arif dari Uin Maliki Malang di minta untuk menjadi penguji dalam sidang Munaqasah tersebut, beliau berdua bisa membuat suasana sidang semakin haru dan tenang serta khidmat, pasalnya santri yang masih duduk di bangku sekolah (madrasah) diuji oleh dua orang yang bergelar Doktor sebuah keadaan yang jarang terjadi, seakan membuat hal ini terasa tidak adil, namun bagi santri MA. Zainul Hasan Genggong hal itu tak menjadi halangan bahkan keadaan ini justru memiliki tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi proses  pembuatan Karya tulis ini selalu ada pantauan dan bimbingan dari Ustadz-Ustadznya, “ Alhamdulillah kami tidak gugup dalam menghadapi sidang ini, karena kami telah dibimbing oleh Ustadz Muhammad Hendra dan Ustad Muhibbul Firdaus, tentunya beliau berdua orang yang profesional dan paham terhadap karya tulis ini”. Ungkapnya susilowati salah satu peserta sidang Munaqosah.

Sementara itu, Harapan  Dr. Faishal  tulisan ini menjadi rujukan di dunia maya dengan berbentuk PDF dan di letakkan di Website MA. Zainul Hasan Genggong, sehingga akan bermanfaat kepada orang lain. “Sekarang banyak tulisan tentang kajian islam yang sudah menyimpang dengan Aqidah kita, kalau bukan dari kita siapa lagi yang akan memfilter kajian-kajian itu?“ Pintanya Dosen Fakultas Humaniora Uin Maliki Malang itu.

“ Untuk membangun budaya tulis, Madrasah ini harus membentuk atau memberi wadah dalam ilmu jurnalistik lebih-lebih di Pesantren yang kita cintai ini harus ada yang bergemelut dengan tulis menulis, Santri ini punya potensi yang harus dikelola dan harus selalu dimotivasi , sehingga saya yakin dari MA. Zainul Hasan Genggong ini akan menjadi rujukan kajian Ahlu Sunnah Wal jama’ah , terbukti saat ini Madrasah ini berhasil melakukan terobosan baru dengan membuat program penulisan karya tulis Ilmiah dengan pembahasan –pembahasan seputar amaliah dan hukum –hukum Islam yang aktual. “ Tambahnya Dr. Faishal yang berapi-api dalam menyampaikan gagasanya saat penutupan sidang munaqosah tersebut.

Sidang Munaqosah di tutup dengan pengarahan dari Dr. Faishal dan Kepala Madrasah, tambahan spirit menulis dari beliau menambah para santri menjadi lebih yakin bahwa sebenarnya dalam jiwa santri berdakwah bil qolam itu juga bisa menjadi solusi untuk memberi manfaat kepada orang lain. (Hss /Hen)

 

Santri MA. ZAHA Genggong Juara 1 Tinju Se-Jawa Bali

Pajarakan:   Pesantren Zainul Hasan  Genggong patut berbangga, pasalnya ada salah satu santri yang menjuarai lomba yang jarang dimiliki oleh pesantren lain, yaitu Juara dalam bidang olah raga tinju.
Santri tersebut bernama lengkap Ferdi Agus Wiyantoro, yang berasal dari Desa Sumber bulu kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo.
Prestasi yang dimiliki olehnya adalah Juara 1 Tinju amatir Se-Jawa Bali yang dilaksanakan di banyuwangi pada bulan oktober 2016, kemudian juara 3 tinju amatir yang dilaksanakan di kota Malang se- Jawa Timur pada bulan April 2016.
Siap: Ferdi saat latihan di Pertina Kab. Probolinggo
Ferdi sapaan akrabnya mengatakan, bahwa menjadi petinju memang dari dorongan pribadi “ Ingin menjadi petinju Profesional dari kalangan santri .” Begitulah ungkapan  santri yang lahir pada 29 Agustus 1998, saat diwawancarai oleh tim website dirumahnya, , Senin 19/12.
Lanjut santri yang saat ini duduk di kelas XII IPS MA. Zainul Hasan 1 Genggong. “ Saya jadi petinju sejak masih kelas X, Alhamdulillah saat ini berbuah prestasi ”. Ujarnya putra Bapak Rudi Hartono ini sambil tersenyum.
Bangga: KH. Ahsan Maliki,S.Sy bersama Ferdi Agus Wiyantoro
Selain dapat dukungan dari orang tua, petinju santri tersebut dapat dukungan dari Nun Hassan Ahsan Malik atau dikenal dengan Non alex, kebetulan beliau adalah Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong. (MHD)

Juara 3 Tingkat Nasional dalam lomba Film Pendek

Baru belajar acting dan buat film langsung juara

Pajarakan –  MA. Zainul Hasan1 Genggong menjawab keinginan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk unggul diberbagai aspek, terbukti madrasah yang selama ini bekerjasama dengan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) pada Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi (PRODISTIK),  pada tanggal 17 hingga 19  Oktober 2016 mengikuti lomba film pendek dan mencatatkan tinta emas dengan mendapatkan juara 3 dalam ajang Olimpiade Mafahim Nasional (OMNAS) 2016 lomba film pendek Mafahim yang diadakan oleh Hai’ah AS Shofwah Al Malikiyah di Pondok Pesantren Darul Lughah Waddakwah, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Judul yang diangkat dalam film tersebut “Prantara agung”, yang disutradarai oleh Firmansyah uji santri yang saat ini duduk di kelas XI Ipa 4, sedangkan pemeran utamanya adalah Moh. Rojil Ghufron sebagai ahmad yang saat ini juga masih berada di kelas XI IPA 4 bersama Multazam juga di kelas XI IPA 4.

photo_2016-11-23_14-25-12
      Terima: Adiburrahman menerima piala dari panitia

Menurut Firmansyah Fuji sang sutradara film tersebut,mengungkapkan alasan kenapa mengambil judul itu,  karena banyak pada masyarakat yang tidak paham tentang adanya tawassul, padahal itu sesuai dengan ajaran aqidah pesantren, dan harus kita lakukan serta yakini, “ literatur wajib kami dalam mengambil judul itu dari  kitab karangan Abuya Sayyid Alwi Almaliki, yaitu Kitab Mafahim Yajib an Tusahhah” Ungkapnya santri yang akrab dipanggil fuji.

Sementara, Moh. Rojil Ghufron pemeran utama merasa kaget ketika filmnya terpilih 3 besar pada ajang lomba tingkat Nasional itu, “ Alhamdulillah, film itu dapat juara 3, padahal kami baru belajar acting”, sahutnya santri  kelahiran 4 April 2000 sambi tersenyum.

Dengan adanya juara ini, kami mengatakan kepada masyarakat luas, bahwa santri juga bisa” tambahnya santri yang menetap di Pondok Darut Tauhid cabang Pesantren zainul Hasan Genggong ini.

Film yang berdurasi sekitar 3 menit itu merupakan sebuah bukti, bahwa MA. Zainul Hasan 1 Genggong telah membuktikan kepada masyarakat luas bahwa santri juga bisa menorehkan hal terbaik pada perfilman di Negara ini.

Selain film itu, Prodistik masih mengikuti film yang diadakan oleh MUI Pusat dengan judul “ Diari Santri” dan lomba yang diadakan oleh ITS Surabaya dalam ajang    Procommit-NG.01 dengan judul “Prodistik On The Story” yang dilaksanakan pada tanggal 26 November 2016. (hen).

MA. ZAHA 1 Genggong, Juara 1 MTQ Tingkat Nasional

Bermodal keyakinan dan barokah jadi juara

Pajarakan : MA. Zainul Hasan 1 Genggong yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo tak henti-hentinya dalam mengembangkan kualitas pendidikanya, terbukti kemarin tanggal 5 hingga 6 November 2016, Madrasah yang dipimpin oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy tersebut menorehkan juara 1 MTQ bidang tartil tingkat Nasional.

Kampus Universitas Negeri Malang fakultas sastra itu menjadi saksi bahwa M. Rozin Pramana Azzamzami santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong meraih juara 1 MTQ bidang tartil Tingkat Nasional dengan menyisihkan 167 peserta, total yang ikut lomba tersebut sebanyak 168.

20161121_123715
Rajin: M. Rozin Pramana Azzamzami saat mempraktekan bacaan Al Qur’annya

Santri yang masih duduk di kelas XII jurusan Ilmu Agama Islam (IAI) tersebut mengungkapkan, bahwa lomba yang diikuti itu tanpa ada persiapan secara khusus, “ Saya hanya bermodal keyakinan dan barokah kiai Hasan Genggong, tentunya belajar lagi”, Ucapnya santri yang akrab dipanggil Alex saat ditemui di kelasnya.

Tidak menyangka menjadi juara, karena ada yang lebih baik dari  saya, misalnya dari Jombang, Sidoarjo dan mereka tentunya sudah berpengalaman”, tambahnya santri yang berasal dari wangkal putra H. Abdul Qodir.

photo_2016-11-22_15-12-52
Bangga: KH. Ahsan Maliki, S.Sy merangkul M. Rozin Pramana Azzamzami

Semoga saja, dalam ajang yang lain, MA. Zainul Hasan 1 Genggong juga mendapatkan juara 1 dalam jenis lomba yang lain. ( hen)

MA Zainul Hasan 1 Genggong, santuni 35 anak yatim

Kegiatan santunan selalu dilaksanakan tiap tahun oleh pengurus osis putri MA. Zainul Hasan 1 Genggong

Pajarakan : “ Syiar agama Islam melalui tanggal 10 Muharram, umat islam banyak melakukan tradisi -tradisi islam yang baik, yang diantaranya berpuasa, melakukan shalat sunnah, menyantuni anak yatim,  menjenguk orang sakit,  silatuurrahim kepada antar sesama ,shadaqah, ziarah kepada pada ulama, memperbanyak membaca surah Al Ikhlas, ” Jelasnya Almukarram KH. Hassan Ahsan Malik saat menyampaikan tausyiyah di acara Gebyar Muharram 1438 H dengan Santunan anak yatim dan Buka Bersama yang dilaksanakan oleh Pengurus Osis Masa Khidmat 2016-2017, kemarin selasa, 11/10 di Aula utama Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Nun Alex sapaan keseharianya menambahkan tentang adanya hikmah dalam pelaksanaan acara santunan kepada anak yatim tersebut secara gamblang dan jelas bahwa ada dua hikmah secara gampangnya, tentunya banyak sekali hikmahnya, “ Pertama, Rasulullah akan bangga pada kita, apalagi ada hadist  “  aku dan yang menanggung anak yatim, sambil menunjukkan dua telunjuk  jari tengah”.  Artinya kanjeng Nabi Muhammad sangat  bangga dengan orang yang menanggung anak yatim, yaitu memperhatikan anak yatim, memulyakan sehingga kelak akan akan berkumpul dengan Nabi Muhammad  Shallallahu alaihi Wasallam.Kedua, Kita diajarkan untuk peduli kepada orang yang tidak mempunyai orang tua, siapa lagi kalau bukan kita yang peduli kepada mereka, berbuat baik dan memulyakan mereka, bahkan hati kita bisa lembut, oleh karena itu, menjadi sebuah pelajararan yang sangat berharga bagi kita semua yang hadir, bahwa disana ada nasib yang tidak sama dengan diri kita, ini juga sebuah bentuk toleransi yang mulia,yang mana kita memperhatikan kehidupan nasib anak yatim, fakir miskin, tentunya kita yang akan melakukan harus sesuai dengan kemampuan kita,” Jelasnya cicit KH. Moh. Hasan Genggong ini.

   Mengusap: Nun Alex memberikan santunan

Acara menjadi haru tatkala lantunan Shalawat badar yang dibawakan oleh Tim Hadrah putri Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1  Genggong mengiringi pemberian santunan oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku kepala Madrasah kepada segenap anak yatim yang hadir, pasalnya  air mata terus mengalir tak terbendung diwajah  pembaca shalawat dan para santriwati  yang hadir saat itu tatkala menyaksikan wajah polos para anak yatim itu.

Tahun kemarin, osis juga melakukan hal yang sama, mereka pengurus osis datang ke rumah anak yatim dan fakir miskin yang ada disekitar wilayah Pesantren Zainul Hasan Genggongm namun 10 Muharram 1438 H kali ini, mereka anak yatim di undang untuk menerima santunan dan buka bersama.

Menurut Huzaimatul Hilalia ketua umum Osis Putri menyampaikan bahwa acara ini merupakan sebuah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan kepada kami, “ Kegiatan Buka Bersama dan santunan ini semata-mata karena Allah dan Nabi Muhammad serta guru besar kami di Pesantren Zainul Hasan Genggong ini, tentunya juga sebagai untuk meningkatkan rasa toleransi dan berbagi antar sesama “ Ujarnya santriwati yang akrab dipanggil lia.

dsc00848
Jempol: Pengurus osis foto bersama anak yatim

Jumlah awal yang diperkirakan yang menerima santunan sebanyak 50, namun yang berhasil kami undang 35 anak yatim, yang terdiri dari Yayasan panti asuhan Zainur Rahmah Genggong, anak yatim itu juga dari sekitar Pesantren Zainul Hasan Genggong, tambahnya santriwati dari jember itu. (hen)

Menjalankan amanah itu dapat membuka rizki

Dalam waktu dekat akan melakukan raker, visi misi menjadi pembahasan awal

Pajarakan– Terik matahari yang menguasai lapangan P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong  menjadi bukti bisu, pasalnya KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong melantik pengurus osis baru masa khidmat 2016/2017 dengan penuh kesemangatan.

Kepala Madrasah yang selama ini juga menjadi Ketua LDNU Kota Kraksaan selalu memotivasi  segenap santri MA. Zainul Hasan Genggong untuk selalu memperhatikan dan menjalankan amanah dengan baik,” Menjalankan amanah itu dapat membuka rizki” Jelasnya saat memberikan pengarahan pelantikan kemarin, senin 26/9.

Rizki yang Allah berikan kepada kita bukan hanya rizki yang berupa materi, namun rizki itu adalah sebuah anugerah yang dapat menyelamatkan kita dari di dunia, lebih-lebih menyelamatkan kita di akhirat kelak,” tambahnya Nun Alex.

dscf4588
Bukti : Kepala Madrasah menandatangani berita acara prosesi pelantikan osis

Hisyamuddin santri kelas XI IAI 2, yang terpilih dengan 93 suara pada pemilihan ketua osis kemarin yang digelar pada hari kamis 1 September 2016 siang itu dengan meninggalkan

Adiburrahman  dari kelas XI IPA 4 yang mendapatkan sebanyak 81 suara dan  Calvin Ahmad dari kelas XI IPS 3 yang meraup 54 suara menyampaikan, bahwa amanah ini akan kami lakukan dengan penuh semangat dan bertanggung jawab.

Amanah ini, kami jalankan dengan baik dan tanggung jawab, karena pertanggung jawabanya bukan hanya kepada kepala madrasah, namun kepada segenap pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, oleh karena itu kami akan menjalankan dalam jangka satu periode ini tidak akan lepas untuk minta didampingi oleh pembina osis, agar kami bisa menyempurnakan amanah” Jelasnya pria yang murah senyum itu.

dscf4609
Kenangan : Pengurus osis lama, ambil posisi dengan kepala madrasah dan pembina

Hisyam menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan melakukan Raker (Rapat Kerja) untuk menyusun program kedepan, agar semua program terarah, objektif, “ Program yang kami lakukan harus sesuai dengan  visi dan misi yang nantinya akan kami buat saat raker, dan juga kami jalankan nanti sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, jika tupoksi amburadul niscaya organisasi itu perlu dipertanyakantegasnya. (hen)

MA. Zainul Hasan1 Genggong, menandatangani MOU-MOA dengan kampus ITS Surabaya

Peran Madrasah selama ini semakin jelas dan bermanfaat bagi NKRI

Surabaya- Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong yang berada dinaungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, kecamatan pajarakan, kabupaten Probolinggo mendapat perhatian  dari Perguruan Tinggi ternama di jawa timur yakni  Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) terbukti hari ini Rabu, 21/9 di undang untuk menghadiri penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) dan MOA (Memorandum of Agreement) di Gedung Rektorat lantai 1 Kampus ITS Surabaya.

Selain Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong, juga diikuti oleh 23 Madrasah/sekolah se Jawa Timur yang bekerjasama atau bermitra dengan ITS Surabaya pada Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi (PRODISTIK).

Dari pihak MA. Zainul Hasan Genggong, yang menandatangani adalah Ustadz Solihin, S.Hi selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Acara yang dimulai pada pukul 10.00 wib dengan  diawali sambutan dari pihak ITS yakni Ibu  Dr.  Ismaini Zaini,  M. Si selaku Ketua Kerjasama Prodistik ITS Surabaya. Kemudian   dilanjutkan dengan Penandatanganan MOU dan MOA oleh setiap Madrasah / sekolah.

Turut hadir Bapak Prof.  Dr.  Ketut Arta, ST,  M. Sc, selaku wakil Rektor IV beliau menyampaikan bahwa ITS sebagai kampus yg memiliki kemampuan dibidang ICT akan melakukan kerjasama-kerjasama dengan universitas/Pendidikan Tinggi lain yg ada diwilayah Jawa Timur, guna meningkatkan pengabdian dari pihak ITS.

Sementara Bapak Drs Supandi,  M.Pd mengatakan  penguatan jati diri Madrasah yang selama ini dilakukan pada Negara” Madrasah banyak membantu  dan mengisi kemerdekan Negara Indonesia, terbukti  Madrasah ada sebelum Negara ini dibentuk “ Tegasnya Pria yang  selama ini bertugas di Kanwil Kemenag Jawa Timur.

photo_2016-09-21_17-27-29
Senyum : Pihak ITS foto bersama dengan Kepala Madrasah

Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong KH. Ahsan Maliki, S.Sy turut mengikuti acara tersebut bersama Ustad Zaini, S.Hi kesiswaan, Ustad Muhibbul Firdaus, S.pdi dan Ustad Moh. Yanto, M.si pengelola Prodistik MA. Zainul Hasan 1 Genggong. (hen)