Awal KBM Tahun pelajaran 2016-2017, Tolabul Halal Bi Toriqil halal

Pajarakan:  Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, kemarin sabtu 30/7 mengadakan kegiatan Halal Bi Halal sebagai bentuk dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun pelajaran 2016-2017. Hadir dalam acara tersebut KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku Kepala Madrasah dan segenap pembantu kepala Madrasah serta segenap para asatidz-asatidzah.  Acara tersebut juga dihadiri oleh segenap santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong yang berjejer rapi di halaman masjid Pesantren Zainul Hasan Genggong bagi santri putri, sedangkan bagi santri putra berbaris secara rapi di halaman gedung Madrasah putra, yaitu tepatnya di P5.

Dalam kesempatan tersebut, kepala madrasah menjelaskan pentingnya acara halal bi halal. “ Halal bi halal berarti Tolabul Halal Bi Toriqil Halal, kita mencari halalnya teman, guru kita dan saudara kita dengan cara yang halal, yaitu untuk saling bermaaf-maafan”. Ujarnya KH. Ahsan Maliki, S.Sy.

Lanjut nun alex dalam sambutanya“ Bila tidak ada maaf dari guru, dikhawatirkan hal itu akan menjadi penghalang, sehingga sulit untuk mencapai cita-cita” terangnya dengan nada yang khidmat kepada segenap para santri.

Kegiatan Halal Bi Halal ini, akan dijadikan menjadi kegiatan rutinitas setiap bulan syawal dalam mengawali KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di MA. Zainul Hasan 1 Genggong. Dengan cara tersebut, semua civitas madrasah dan para santri akan menata niat yang baik dan tulus dalam mengabdi di Pesantren Zainul Hasan  Genggong. Tentunya, khusus bagi santri, momen ini harus dijadikan modal untuk  meminta maaf atas segala kesalahanya kepada asatidz –asatidzah saat proses belajar kemarin-kemarinya.

Diakhir sambutan kepala madrasah, beliau menegaskan tentang adanya wajibnya memulyakan dan menghormati guru, hingga beliau mengutip kalam mutiara Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Almaliki Al Hasani, “ Beliau sangat tidak suka kepada orang yang langka terhadap gurunya, walaupun gurunya itu temanya sendiri”. Tegasnya putra KH. Moh. Hasan Saiful Islam ini. (Al/hen)

PLM 2016 MA. ZAHA 1 GENGGONG BERLANGSUNG KHIDMAH

Genggong:  Sesuai dengan Juknis PERMENDIKBUD No. 18 tahun 2016, Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Madrasah (PLM) MA. Zainul Hasan 1 Genggong Tahun 2016 dengan tema “Menuju santri yang cerdas, disiplin, dan berakhlakul karimah.”

Kegiatan yang berlangsung sejak kemarin, senin, 25/7 ini diikuti oleh seluruh calon santri Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong hingga tiga hari kedepan dengan dimulai sejak pukul 06.00 Wib hingga 15.25 Wib.

Acara pembukaan kegiatan Pengenalan Lingkungan Madrasah tersebut dibuka dan diresmikan oleh Almukarrom KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku kepala madrasah dengan mengalungkan Id Card secara simbolis kepada peserta Pengenalan Lingkungan Madrasah (PLM) MA. Zainul Hasan 1 Genggong Pajarakan Probolinggo.

Dalam sambutannya, beliau banyak memberi pesan dan motivasi bagi calon santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong. “ Gapailah cita-citamu setinggi langit, karena di dunia ini seluruh orang tua menginginkan anaknya menjadi orang sukses”. Ujarnya kepala Madrasah yang penuh semangat sambil mengangkat tangan.

Beliau, Nun alex sapaan akrabnya  juga mengharapkan lewat kegiatan ini, para calon santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong itu lebih bersemangat untuk menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memanfaatkan waktu dengan baik dalam menimba ilmu Allah di madrasah dan pesantren pada umumnya.  .

Setelah Kegiatan pembukaan pengenalan lingkungan madrasah, para peserta kegiatan kembali ke ruangan utama, yaitu Gedung Attachriliyah lantai 3 dengan  dilanjutkan pemberian materi oleh pemateri yang telah ditunjuk panitia kegiatan.

Adapun pemateri pertama tentang pengenalan Pesantren, yang disampaikan oleh Nun Ahsan Qomaruzzaman, S.Pdi atau lebih akrab dipanggil Nun Aka. Sedangkan materi pengenalan Madrasah disampaikan oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku kepala Madrasah.

Ada Nuansa Berbeda

Pengenalan Lingkungan Madrasah merupakan kegiatan yang diadakan oleh Madrasah untuk memberikan informasi, pembekalan dan pembinaan kepada calon santri baru di MA Zainul Hasan 1 Genggong sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar di madrasah. Kegiatan ini, jika pada tahun-tahun sebelumnya disebut dengan Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA), tapi untuk tahun pelajaran 2016-2017 ini menggunakan nama Pengenalan Lingkungan Madrasah disingkat PLM. Hal ini karena mengikuti petunjuk yang diatur  oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 dan diundangkan pada tanggal 6 Mei 2016.

Termasuk juga, nuansa berbeda bisa diketahui dari proses pelaksanaan PLM ini, mulai dari kepanitiaan sampai pada materinya. Untuk panitia pelaksana, sesuai dengan petunjuk dari Permendikbud dalam Pasal 5 ayat 1 item a disebutkan bahwa perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru. Oleh karenanya, panitia PLM di MA ZAHA 1 ini langsung ditangani oleh para Asatidz, terutama Panitia Bidang PLM dalam struktur Kepanitiaan Penerimaan Peserta Didik Baru MA Zainul Hasan 1 Genggong. Dan bertindak sebagai Koordinator bidang PLM tersebut adalah Ustadz Bambang Dwi Mulyadi, S.Pd. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang menjadi perencana dan penyelenggara adalah Pengurus OSIS. Perubahan ini juga untuk menghindari perpeloncoan para senior dan kegiatan yang tidak bermanfaat.

Dalam kegiatan ini, untuk calon santri putera dibagi menjadi 10 kelompok, dan masing-masing kelompok terdiri dari 10 sampai 11 peserta, begitu pula di puteri dibagi menjadi 10 kelompok, namun peserta setiap kelompok terdiri dari 15 sampai 19 peserta. Pembagian kelompok ini untuk memudahkan dalam proses pembinaan dan pelaksanaan diskusi kelompok.

Dalam setiap harinya, selama pelaksanaan PLM dalam tiga hari ini, sebelum  pemberian materi, panitia menyiapkan waktu untuk pelaksanaan shalat dhuha bersama di Aula Madrasah. (*Al/Hend)

Pajarakan : Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, hari ini telah selesai melaksanakan tes penerimaan santri baru. Tes tersebut dilaksanakan sejak kemarin 24/5 dan selesai kamis 25/5 sebagai rangkaian dalam pelaksanaan penerimaan santri baru. Adapun materi tes yang harus dikerjakan oleh para calon yang masuk pada 3 jurusan yaitu IPA-IPS dan IAI adalah sebagai berikut ; IPA dasar, Matematika,  Ilmu sosial dasar, Ilmu Nahwu- shorof . Selain materi  tersebut,  panitia juga melakukan tes wawancara, baca kitab dan baca Al Quran.  Adapun calon santri baru yang telah mengikuti tes bagi pendaftar gelombang 1 dan 2 sebanyak 282 sedangkan yang masih belum mengikuti tes sebanyak 43 calon santri. Mengenai jumlah pendaftar pada ajaran tahun 2015-2016 ini sebanyak 325. Semoga mereka yang belajar di MA Zainul Hasan 1 Genggong Pesantren Zainul Hasan Genggong diberi kecerdasan dan keberhasilan serta ilmu yang bermanfaat. Begitu juga, semoga kepala Madrasah, pimpinan, staf dan dewan asatidz-astidzah diberikan kesehatan dan keberkahan dalam meladeni santri.  (Senyum-1100)

Wisuda Perdana Prodistik MA ZAHA 1 Genggong

Siapkan Lulusan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi

PAJARAKAN-MA Zainul Hasan I Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo sukses mewisuda angkatan perdana Program Pendidikan Setara D-1 Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik), Sabtu, (28/02). Ditahun pertamanya itu, ada sebanyak 57 siswa atau santri dari putra dan putri yang diwisuda. Acara wisuda sendiri digelar di GOR Pesantren Zaha Genggong, dengan dihadiri para pengasuh Pesantren setempat, para wali murid dan tim Prodistik ITS Surabaya. Yakni, Dr. Hozairi, M.MT dan Dr. Heru Laksono, M.MT. Serta, kepala biro pendidikan pesantren Zainul Hasan Genggong, Dr. Abd Aziz Wahab, M.Ag, perwakilan dari Kemenag dan Dispendik Kabupaten Probolinggo.

Kepala MA Zaha 1 Genggong, KH. Ahsan Maliki, S.HI mengatakan, Prodistik yang bekerjasama dengan ITS Surabaya itu sudah ada sejak 2012 di MA Zaha 1 Genggong. Dimana pada saat itu, MA Zaha 1 Genggong merupakan satu satunya madrasah swasta di Jawa Timur yang membuka Prodistik. “Penguasaan teknologi dan komputer merupakan tuntutan zaman. Sehingga dengan adanya Prodistik ini, siswa memiliki keahlian dibidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang bisa memberikan keyakinan dan kepastian kepada wali santri akan masa depan putra putri mereka,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, hingga saat ini MA Zaha 1 Genggong telah mendirikan gedung Prodistik yang memiliki 6 ruangan, masing masing ruangan dilengkapi dengan 20 unit komputer dan LCD proyektor, serta 1 ruangan ber-AC. “Program ini adalah solusi pendidikan hemat dan berkualitas dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Serta, menyiapkan SDM yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan agama dan umum, namun, juga menguasai TIK. Sehingga, ketika ada siswa yang tidak melanjutkan kuliah, mereka sudah memiliki keahlian sesuai kebutuhan dunia kerja,” tambah Gus Alex nama panggilannya.

Sementara itu, Dr. Hozairi, M.MT dari ITS Surabaya mengaku sangat mengapresiasi MA Zaha 1 Genggong yang telah berhasil mendidik, mencetak dan meluluskan angkatan perdana Prodistik tahun ini. Ia berharap, MA Zaha 1 Genggong terus mengembangkan program tersebut. “Sehingga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman, utamanya dibidang TIK. Tanpa melupakan visi dan misi pesantren Genggong. Semoga bisa terus berkarya untuk perkembangan program ini,” ujarnya dalam sambutannya.

Mariya Kusuma Dewi akhirnya menjadi wisudawan prodistik terbaik dengan nilai IPK 3, 85. Sementara Rodiea Toezzahro menjadi wisudawan dengan tugas akhir (TA) terbaik. Yakni, dengan judul TA,“Pembuatan Desain Rumah Minimalis Menggunakan Google Sketch Up 2013”. (*

Pemilihan ketua Osis Masa khidmat 2014-2015

PAJARAKAN- Pemilihan ketua OSIS putri MA Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, masa khidmat 2014-2015 digelar Selasa (2/9) siang. Hasilnya, Faiqotun Nazila siswa kelas XI IPA1, menang telah dengan 163 suara.
Perolehan suara Faiqotun, disusul oleh Rizkiyah dari kelas XI IPS1 yang mendapatkan sebanyak 101 suara. Berikutnya, ada Hafifatur Rafiah dari kelas XI IPS II yang berhasil mengantongi 68 suara. Dukungan tertinggi ke empat diperoleh oleh Nurul Istiqomah dari kelas XI IAI dengan 56 suara.
Sedangkan Kartini Kusuma Dewi dari kelas XI IPA1, mendapatkan dukungan 23 suara; Risalatin Nisak, teman sekelas Kartini Kusuma Dewi mendapatkan 14 suara. Shofia Naisa dari kelas XI IPA II, hanya dapat 13 suara. Disusul teman sekelasnya, Titik Muzayanah yang mendapatkan 7 suara; dan Nurul Kholidia 4 suara.
Berikutnya, ada Khomsiah dari kelas XI IPS II dengan 3 suara; dan paling buncit dihuni oleh Nur Khofifah, yang juga dari kelas XI IPS II dengan 2 suara. Sedangkan suara yang tak ada 34 suara. “Pelantikan, insya Allah akan dilaksanakan pekan keduan bulan ini,” ujar Moh. Hendra. (*)MA. ZAHA 3

MA. Zainul Hasan 1 Genggong, berbagi berkah kepada tukang becak

Pajarakan: Madrasah Aliyah Zainul hasan 1 Genggong,  selasa, 12/08. Melaksanakan rangkaian akhir Masa Orientasi Santri (MOS) Tahun 2014. Adapun rangkain saat ini adalah memberikan santunan kepada para tukang becak yang berada di lingkungan jalan raya pajarakan. Dalam acara tersebut, dihadiri oleh ustad A. Taufiq selaku wakil dari kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, selain itu, turut hadir  dalam acara tersebut Ustad Gatot, Ustad Muhammad Hendra, ustad didik, ustad mukhlas dan segenap pengurus osis dan peserta MOS 2014.

Para tukang becak, merasa bahagia karena telah mendapatkan rizki yang tak terduga dari santri Genggong. “Guleh mator kesoon ustad, nekah acara begus, mogeh-mogeh genggung tambah bejreh ben santrennah sukses kabbi” ujarnya kepada Ustad Muhammad Hendra.

Menurut keterangan dari Ustad Gatot selaku ketua PSB, acara baksos ini baru dilakukan tahun ini di pajarakan kepada tukang becak, kalau tahun-tahun kemarin diberikan kepada masyarakat sekitar Pesantren Zainul Hasan Genggong. Sedangkan untuk peserta MOS putri diberikan kepada anak yatim Yayasan Zainur Rahmah Pesantren Zainul Hasan Genggong tetap hingga tahun ini, adapun pemberianya akan dilaksanakan nanti sore. (1100-senyum)

Kasus ISIS, Bahan Instropeksi NU dan Muhammadiyah

Munculnya ISIS atau Islamic State of Iraq and Syria yang mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan hendaknya menjadi bahan koreksi dan instropeksi organisasi-organisasi sosial keagamaan tentang kiprah mereka dalam membina umat di lingkungan masing-masing.

KH Zahrul Azhar Asumta menyampaikan pandangan itu dalam kegiatan “Muhasabah dan Konferensi Pers Tokoh Lintas Agama, Mahasiswa dan Seluruh Elemen Masyarakat Jombang” terhadap ISIS di Indonesia. Acara ini dilangsungkan di Kampus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang Jawa Timur Senin (11/8).

“Kita harus muhasabah atau mengoreksi kegiatan-kegiatan kita, yakni  jam’iyah Islam mainstream di Indonesia seperti NU dan Muhamadiyah apakah sudah menyentuh dan menjawab dari permasalahan keumatan di Indonesia,” kata salah seorang pimpinan di Unipdu ini.

Karena, jika kegiatan kita sudah memenuhi kebutuhan ruhani masyarakat dan memberikan manfaat yang memadai, maka paham apapun yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan ajaran agama pasti akan susah masuk di Indonesia, lanjutnya.

Dalam pandangan pria yang akrab disapa Gus Hans ini, ISIS jelas telah melakukan kerusakan secara fisik terhadap semua yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun sama-sama mengusung khilafah dan anti terhadap Pancasila akan tetapi kelompok lain seperti HTI atau yang sejenisnya gerakannya masih dalam wacana dan penyampaian gagasan serta melalui dialog yang gigih kepada pihak lain.

“Harusnya kita iri dengan militansi dan ketangguhan sebagian kelompok tersebut dan tidak menggunakan kekerasan dalam meyakinkan kelompok lain,” terangnya.

Melarang Kelompok Anti Pancasila

Terlepas dari itu semua, salah seorang jajaran pengasuh di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang ini juga menandaskan bahwa keberadaan ISIS yang sudah sangat terang-terangan melakukan kekerasan, maka hal itu harus ditolak.

“Pada saat yang sama, kita mendesak amir atau pemerintah untuk bersikap tegas terhadap keberadaan embrio ISIS di Indonesia,” katanya disambut aplaus hadirin. Baginya, untuk ormas makar yang tidak berideologi Pancasila mestinya sudah dilarang untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia karena telah melakukan tindakan subversif, lanjutnya.

Pendeta Eddy Kusmayadi, Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSG) Jombang menyatakan, ideologi ISIS sangat bertentangan dengan Pancasila. Sehingga, kata Edy, keberadannya masuk ke Indonesia sudah selayaknya ditolak. “Jika ada ormas yang tidak mau mengakui Pancasila, maka harus kita tolak,” tuturnya.

Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar berpendapat serupa. Namun demikian, hingga saat ini ia belum mencium masuknya ISIS di Jombang. Untuk tindakan lebih konkret, kata Kiai Isrofil, pihaknya masih menunggu komando dari PBNU. Dia juga menegaskan bahwa NU menolak keras ormas yang bersimpang jalan dengan Aswaja dan Pancasila.

“Untuk tindakan konkret, kami masih menunggu komanda dari PBNU. Yang pasti, kami menolak ormas yang tidak mengakui Pancasila, seperti yang diusung ISIS. Karena bagi kami NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Usai para pemuka agama memberikan pandangan, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Kiai Isrofil Amar. Dan sejumlah poster yang menolak keberadaan ISIS, secara bersama-sama dibakar di halaman kampus Unipdu. Para peserta juga menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai komitmen terhadap keberadaan NKRI.

Selain PCNU dan BKSG, dalam forum tersebut dihadir sejumlah ormas lain. Diantaranya, GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan), INTI (Indonesia Tionghoa), serta JGD (Jaringan Gusdurian) Jatim. “Kami yakin, gerakan ISIS sudah masuk ke Jombang. Pintu masuknya, lewat kecamatan yang selama ini menjadi basis JAT (Jamaah Ansharut Tauhid),” tandas Koordinator JGD Jatim, Aan Anshori. (Syaifullah/Mahbib)

Ketika Ulama Ingatkan Umara Soal Birokrasi

Supremasi ulama di mata masyarakat hingga kini masih tinggi. Ketika terjadi keresahan dan ketidaknyamanan yang dialami, khususnya terkait kebijakan pemerintah, publik lalu lari kepada ulama. Meski kemudian sikap prihatin para ulama ditentang pemda, namun ulama pantang mundur demi membela umat.

Hal ini mengemuka dalam bincang-bincangNU Online dengan mantan Ketua Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) PCNU Boyolali Jawa Tengah Alif Basuki di kantor Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jl Cililitan Kecil III No 12 Kramat Jati, Jakarta Timur, (21/5), sore.

Menurut Alif, suasana kisruh yang terjadi di PCNU Boyolali bermula ketika para ulama menyampaikan rasa keprihatinan di berbagai forum. Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat lalu menyampaikan tuntutan kepada Bupati Boyolali Seno Samudro.

“Sikap para ulama ini kemudian ditentang pemda. Bupati menuduh para ulama terseret kepentingan politik gara-gara menyampaikan keprihatinan atas arogansi kepemimpinan bupati. Bahkan, melalui orang bupati yang berada di struktur PCNU Boyolali berencana mendemo kiai. Ini kan aneh,” tutur Alif.

Sebagaimana diberitakan, Syuriah PCNU Kabupaten Boyolali KH Abdul Khamid menyatakan prihatin atas sikap tata kelola Pemerintah Daerah Boyolali. Ulama dan kaum agamawan merasa prihatin dengan tata kelola birokrasi di daerahnya. Keprihatinan tersebut dinilai bupati setempat telah ditunggangi kepentingan politis.

“Keprihatinan tersebut intinya bahwa para ulama meminta supaya Bupati tidak menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan partai dan pribadinya. Lalu, agar lebih bisa bersikap sebagai negarawan daripada politisi. Terpenting, menjauhi sikap KKN dalam menjalankan tata kelola pemerintahan,” papar Alif.

Sementara itu, Sekjen Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Abdul Waidl menegaskan pentingnya posisi ulama dalam struktur masyarakat akar rumput. Ulama, tambah Waidl, harus selalu berani mengingatkan para umara untuk selalu mementingkan pelayanan kepada umat. “Kekuasaan itu semestinya dijadikan alat untuk melayani umat,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)