Juara 3 Tingkat Nasional dalam lomba Film Pendek

Baru belajar acting dan buat film langsung juara

Pajarakan –  MA. Zainul Hasan1 Genggong menjawab keinginan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk unggul diberbagai aspek, terbukti madrasah yang selama ini bekerjasama dengan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) pada Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi (PRODISTIK),  pada tanggal 17 hingga 19  Oktober 2016 mengikuti lomba film pendek dan mencatatkan tinta emas dengan mendapatkan juara 3 dalam ajang Olimpiade Mafahim Nasional (OMNAS) 2016 lomba film pendek Mafahim yang diadakan oleh Hai’ah AS Shofwah Al Malikiyah di Pondok Pesantren Darul Lughah Waddakwah, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Judul yang diangkat dalam film tersebut “Prantara agung”, yang disutradarai oleh Firmansyah uji santri yang saat ini duduk di kelas XI Ipa 4, sedangkan pemeran utamanya adalah Moh. Rojil Ghufron sebagai ahmad yang saat ini juga masih berada di kelas XI IPA 4 bersama Multazam juga di kelas XI IPA 4.

photo_2016-11-23_14-25-12
      Terima: Adiburrahman menerima piala dari panitia

Menurut Firmansyah Fuji sang sutradara film tersebut,mengungkapkan alasan kenapa mengambil judul itu,  karena banyak pada masyarakat yang tidak paham tentang adanya tawassul, padahal itu sesuai dengan ajaran aqidah pesantren, dan harus kita lakukan serta yakini, “ literatur wajib kami dalam mengambil judul itu dari  kitab karangan Abuya Sayyid Alwi Almaliki, yaitu Kitab Mafahim Yajib an Tusahhah” Ungkapnya santri yang akrab dipanggil fuji.

Sementara, Moh. Rojil Ghufron pemeran utama merasa kaget ketika filmnya terpilih 3 besar pada ajang lomba tingkat Nasional itu, “ Alhamdulillah, film itu dapat juara 3, padahal kami baru belajar acting”, sahutnya santri  kelahiran 4 April 2000 sambi tersenyum.

Dengan adanya juara ini, kami mengatakan kepada masyarakat luas, bahwa santri juga bisa” tambahnya santri yang menetap di Pondok Darut Tauhid cabang Pesantren zainul Hasan Genggong ini.

Film yang berdurasi sekitar 3 menit itu merupakan sebuah bukti, bahwa MA. Zainul Hasan 1 Genggong telah membuktikan kepada masyarakat luas bahwa santri juga bisa menorehkan hal terbaik pada perfilman di Negara ini.

Selain film itu, Prodistik masih mengikuti film yang diadakan oleh MUI Pusat dengan judul “ Diari Santri” dan lomba yang diadakan oleh ITS Surabaya dalam ajang    Procommit-NG.01 dengan judul “Prodistik On The Story” yang dilaksanakan pada tanggal 26 November 2016. (hen).

MA. ZAHA 1 Genggong, Juara 1 MTQ Tingkat Nasional

Bermodal keyakinan dan barokah jadi juara

Pajarakan : MA. Zainul Hasan 1 Genggong yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo tak henti-hentinya dalam mengembangkan kualitas pendidikanya, terbukti kemarin tanggal 5 hingga 6 November 2016, Madrasah yang dipimpin oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy tersebut menorehkan juara 1 MTQ bidang tartil tingkat Nasional.

Kampus Universitas Negeri Malang fakultas sastra itu menjadi saksi bahwa M. Rozin Pramana Azzamzami santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong meraih juara 1 MTQ bidang tartil Tingkat Nasional dengan menyisihkan 167 peserta, total yang ikut lomba tersebut sebanyak 168.

20161121_123715
Rajin: M. Rozin Pramana Azzamzami saat mempraktekan bacaan Al Qur’annya

Santri yang masih duduk di kelas XII jurusan Ilmu Agama Islam (IAI) tersebut mengungkapkan, bahwa lomba yang diikuti itu tanpa ada persiapan secara khusus, “ Saya hanya bermodal keyakinan dan barokah kiai Hasan Genggong, tentunya belajar lagi”, Ucapnya santri yang akrab dipanggil Alex saat ditemui di kelasnya.

Tidak menyangka menjadi juara, karena ada yang lebih baik dari  saya, misalnya dari Jombang, Sidoarjo dan mereka tentunya sudah berpengalaman”, tambahnya santri yang berasal dari wangkal putra H. Abdul Qodir.

photo_2016-11-22_15-12-52
Bangga: KH. Ahsan Maliki, S.Sy merangkul M. Rozin Pramana Azzamzami

Semoga saja, dalam ajang yang lain, MA. Zainul Hasan 1 Genggong juga mendapatkan juara 1 dalam jenis lomba yang lain. ( hen)

MA Zainul Hasan 1 Genggong, santuni 35 anak yatim

Kegiatan santunan selalu dilaksanakan tiap tahun oleh pengurus osis putri MA. Zainul Hasan 1 Genggong

Pajarakan : “ Syiar agama Islam melalui tanggal 10 Muharram, umat islam banyak melakukan tradisi -tradisi islam yang baik, yang diantaranya berpuasa, melakukan shalat sunnah, menyantuni anak yatim,  menjenguk orang sakit,  silatuurrahim kepada antar sesama ,shadaqah, ziarah kepada pada ulama, memperbanyak membaca surah Al Ikhlas, ” Jelasnya Almukarram KH. Hassan Ahsan Malik saat menyampaikan tausyiyah di acara Gebyar Muharram 1438 H dengan Santunan anak yatim dan Buka Bersama yang dilaksanakan oleh Pengurus Osis Masa Khidmat 2016-2017, kemarin selasa, 11/10 di Aula utama Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Nun Alex sapaan keseharianya menambahkan tentang adanya hikmah dalam pelaksanaan acara santunan kepada anak yatim tersebut secara gamblang dan jelas bahwa ada dua hikmah secara gampangnya, tentunya banyak sekali hikmahnya, “ Pertama, Rasulullah akan bangga pada kita, apalagi ada hadist  “  aku dan yang menanggung anak yatim, sambil menunjukkan dua telunjuk  jari tengah”.  Artinya kanjeng Nabi Muhammad sangat  bangga dengan orang yang menanggung anak yatim, yaitu memperhatikan anak yatim, memulyakan sehingga kelak akan akan berkumpul dengan Nabi Muhammad  Shallallahu alaihi Wasallam.Kedua, Kita diajarkan untuk peduli kepada orang yang tidak mempunyai orang tua, siapa lagi kalau bukan kita yang peduli kepada mereka, berbuat baik dan memulyakan mereka, bahkan hati kita bisa lembut, oleh karena itu, menjadi sebuah pelajararan yang sangat berharga bagi kita semua yang hadir, bahwa disana ada nasib yang tidak sama dengan diri kita, ini juga sebuah bentuk toleransi yang mulia,yang mana kita memperhatikan kehidupan nasib anak yatim, fakir miskin, tentunya kita yang akan melakukan harus sesuai dengan kemampuan kita,” Jelasnya cicit KH. Moh. Hasan Genggong ini.

   Mengusap: Nun Alex memberikan santunan

Acara menjadi haru tatkala lantunan Shalawat badar yang dibawakan oleh Tim Hadrah putri Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1  Genggong mengiringi pemberian santunan oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku kepala Madrasah kepada segenap anak yatim yang hadir, pasalnya  air mata terus mengalir tak terbendung diwajah  pembaca shalawat dan para santriwati  yang hadir saat itu tatkala menyaksikan wajah polos para anak yatim itu.

Tahun kemarin, osis juga melakukan hal yang sama, mereka pengurus osis datang ke rumah anak yatim dan fakir miskin yang ada disekitar wilayah Pesantren Zainul Hasan Genggongm namun 10 Muharram 1438 H kali ini, mereka anak yatim di undang untuk menerima santunan dan buka bersama.

Menurut Huzaimatul Hilalia ketua umum Osis Putri menyampaikan bahwa acara ini merupakan sebuah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan kepada kami, “ Kegiatan Buka Bersama dan santunan ini semata-mata karena Allah dan Nabi Muhammad serta guru besar kami di Pesantren Zainul Hasan Genggong ini, tentunya juga sebagai untuk meningkatkan rasa toleransi dan berbagi antar sesama “ Ujarnya santriwati yang akrab dipanggil lia.

dsc00848
Jempol: Pengurus osis foto bersama anak yatim

Jumlah awal yang diperkirakan yang menerima santunan sebanyak 50, namun yang berhasil kami undang 35 anak yatim, yang terdiri dari Yayasan panti asuhan Zainur Rahmah Genggong, anak yatim itu juga dari sekitar Pesantren Zainul Hasan Genggong, tambahnya santriwati dari jember itu. (hen)