Pemilu,Nun Alex Milih Nomor 1 Atau Nomor 2?

PAJARAKAN– Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong hari ini, Sabtu 22/9/2018 melaksanakan kegiatan debat terbuka dan pemilihan Umum (Pemilu) ketua Osis Putri Masa khidmat 2018/2019 di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Hasilnya, Izzatun Nauly santri kelas XI IPA terpilih menjadi ketua Osis Putri Masa Khidmat 2018/2019 dengan mengalahkan Jinani Firdausi As’ad kelas XI IAI.

Sinta Nuriyah ketua osis masa khidmat 2017/2018 menuturkan bahwa Izzatun Nauly dalam pemilihan ini meraih 303 suara, sedangkan Jinani Firdausi As’ad mendapatkan 158 suara sedangkan yang tidak sah sebanyak 12 suara.

“ Selamat ya kepada Izzatun Nauly atas terpilihnya, semoga bisa menjalankan amanah ini,” kata santriwati yang kini duduk di kelas XII IPA saat diwawancari oleh tim jurnalis.

K.H. Ahsan Maliki, S.Sy saat diwawancarai berharap kepada kandidat terpilih nantinya untuk dapat mendahulukan program prioritas yang membutuhkan banyak kinerja, baik program baru atau program lama yang ditambah sedikit warna dengan konsep acara yang lebih segar, “ hal terpenting harus memiliki jiwa kepemimpinan yang amanah, adil, visioner serta bertanggung jawab sesuai tema kegiatan hari ini, pastinya juga mampu mengimplementasikan visi dan misinya, “ pintanya Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong ini.

Dalam pemilihan ketua osis tahun ini, Nun Hassan Ahsan Malik (nama akrab kepala madrasah-Red) juga ikut mencoblos bersama para guru yang lain.

” Alhamdulillah, Pemilu osis tahun ini, Nun juga ikut mencoblos bersama para guru dan santri, sehingga para pengurus osis merasa senang dan bangga,” tutur Sinta Nuriyah ketua osis putri masa khidmat 2017/2018

Pemilu tahun ini diikuti oleh dua kandidat yaitu nama Jinani Firdausi As’ad dengan nomor 1, sedangkan nomor 2 atas nama Izzatun Nauly, sehingga menjadi pertanyaan besar bagi semua santriwati yang hadir, apakah Nun Alex itu memilih nomor 1 atau nomor 2?.                     ( Reporter : Maryam/Fara/Dra)

MOSBA 2018: Kukuhkan Komitmen Santri

Genggong: Harapan agar hari ini menjadi hari terakhir yang baik, diwujudkan oleh para peserta dan panitia MOSBA dengan melaksanakan kegiatan pagi yang telah dibiasakan sejak hari pertama. Setelah apel pagi berakhir, para peserta MOSBA mempersiapkan diri untuk bersama-sama berziarah ke maqbaroh para pendiri dan pengasuh pesantren. Tepat pukul 10:00 Wib, 21 kelompok dengan warna-warni hijab yang dikenakan berangkat beriringan menuju maqbaroh muassis Genggong yang berada di 3 tempat berbeda, yakni di desa karangbong, karangbong barat dan di area pesantren. Suara lantang pembacaan tahlil mengiringi kekhusyuan dari para peserta. Dengan teratur dan rapi mereka menata diri di sekitar maqbaroh, mereka datang dengan 1 tujuan yang sama, yakni untuk mencari ridho Allah, syafaat Rosulullah dan barokah para pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Selain berharap menjadi hari terakhir yang baik, para peserta dan panitia mosba berharap hari ini menjadi hari yang mengesankan di benak mereka, segala bentuk kegiatan yang mengadu kekompakan dan kekreatifan pun menjadi agenda kegiatan hari ini. Sebelum beradu kekreatifan lewat gelar talenta yang diadakan oleh panitia, senam bersama menjadi alternatif pengisi waktu kosong sembari para peserta mempersiapkan keberaniannya untuk tampil pada gelar talenta. Kegiatan tersebut menjadi bentuk bukti bahwa kekompakan yang terjalin bukan hanya ada pada para peserta, namun juga ada pada panitia PPDB dan OSIS.

Sorak gembira dan tepuk tangan dari para peserta turut meramaikan lantai 3 gedung at-tachriliyah. Kegiatan gelar talenta ini diisi dengan penampilan yang beragam, mulai dari musikalisasi puisi, menyanyi, bernari, dan bermain peran. Masing-masing kelompok memberi dorongan semangat untuk peserta yang tampil.

Pelaksanaan MOSBA ini berakhir pada hari Kamis, 19 Juli 2018. Kegiatan yang telah berlangsung selama 4 hari ini, memberikan kesan tersendiri bagi peserta MOSBA khususnya, “Alhamdulilah, menjadi bagian dari MA Zainul Hasan 1 Genggong menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi saya, selain itu selama mengikuti MOSBA saya dapat banyak mengetahui wawasan wawasan yang masih belum saya ketahui sebelumnya” tutur Alya Agitha Ramadhani, salah satu peserta yang berhasil kami wawancarai. Kegiatan diakhiri dengan pemberian hadiah terhadap para pemenang lomba dan  bakti sosial kepada yayasan panti asuhan Zainur Rahmah. Selain itu para peserta MOSBA pada penghujung acara, mengikrarkan ikrar santri sebagai bentuk kesanggupan mereka untuk menjalankan segala komitmen madrasah maupun pesantren.

Hela nafas mereka pun mulai nampak, rupanya dengan segala bekal yang telah mereka terima selama MOSBA, menjadi kesiapan tersendiri bagi mereka untuk memulai hari harinya di MA Zainul Hasan. Mumtaz MA Zaha!. Osis/dra.

Santri baru MA ZAHA dibekali trik cerdas menggunakan medsos

GENGGONG: Pagi yang cerah dengan sapaan matahari hangat masih terus mengiringi semangat, senyum dan langkah pasti dari para peserta dan panitia mosba pada hari ini. Tepat pada hari ke 3 pelaksanaan mosba yakni pada hari Rabu, 18 Juli 2018 kesiapan mereka tetap nampak pada raut wajah mereka masing-masing, terbukti dari keistiqomahan dan kedisiplinan para peserta dalam mengikuti setiap agenda yang telah panitia tetapkan. Syair-syair nadhom dan sholawat yang beralun dalam pendengaran menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena pada nyatanya santri baru, panitia OSIS dan PPDB masih ditakdirkan untuk memulai hari ini dengan hal yang positif, yaitu kegiatan sholawat dhuha berjamaah dan pembacaan sholawat nariyah yang dilaksanakan tepat pada pukul 06.30 Wib pagi.

Pemuda adalah pemegang estafet bangsa yang memberikan faktor terbesar bagi pertumbuhan bangsanya, sebagaimana yang soekarno katakan satu orang pemuda saja bisa mengguncangkan dunia dan seisinya. Oleh karena itu pada hari ke 3 MOSBA ini para santri baru akan diberi wawasan seputar tantangan pemuda pada zaman yang sangat modern ini. Mereka akan diberi dasar pemikiran untuk dapat berfikir sehat, bertindak positif dan beraksi nyata. Pukul 07:30 para santri baru mulai mengikuti wawasan seputar bahaya narkoba yang langsung diisi oleh Dia Novita Ayuningtiyas seorang anggota polwan sektor Probolinggo. “ teruslah menambah ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Karena dengan dasar taqwa akan teaplikasikan perbuatan-perbuatan positif “ tutur Kak Dia.

Zaman dengan pembangunan dan kecanggihan yang sangat pesat ini, bukan menjadi masalah yang mengkhawatirkan bagi MA Zainul Hasan Genggong. Madrasah Aliyah selalu mempunyai kiat-kiat untuk menjadi madrasah yang unggul namun tetap memegang nilai-nilai keagamaan. Terbukti pada hari ini, wawasan pengunaan medsos yang bijak disampaikan kepada segenap santri baru MA Zainul Hasan 1 Genggong. Yang disampaikan langsung oleh kepala Biro Kominfo Pesantren Zainul Hasan Genggong, Nun Hassan Ahsan Malik yang juga memegang amanah sebagai kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong. Beliau begitu logis memberikan pandangan-pandangan terkait media sosial. Pada kesempatan kali ini, beliau juga memaparkan secara meluas terkait prinsip dan langkah-langkah hebat yang bisa dilakukan untuk menjadi pengguna medsos yang cerdas dan bijak serta dapat mengambil dan meraih begitu banyak manfaat yang besar dibalik medsos.

Setelah peserta MOSBA mendapatkan wawasan dari para narasumber yang sesuai dengan bidangnya, panitia PPDB dan OSIS mengajak para peserta MOSBA untuk bermain bersama sebelum kegiatan hari ini berakhir. Permainan yang disediakan panitia berhasil mengundang gelak tawa bahagia dari peserta MOSBA. Para peserta pulang dalam keadaan ceria dan tentunya hari ini menjadi hari yang bermanfaat bagi mereka. Osis/dra.