Pacu Kreativitas, MA ZAHA 1 Genggong Gelar Lomba Mading 3 D

GENGGONG – Melalui Osis putri, Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong  menggelar berbagai lomba, salah satunya mading 3 dimensi (3D). Kegiatan itu bertujuan untuk memacu kreativitas santri/pelajar, sehingga terhindari dari kegiatan negatif.

“Lomba mading 3D ini kami gelar satu hari. Untuk mengajak santri memanfaatkan waktu liburanya dengan hal positif,” kata ketua Osis Putri, Siti Khotijah, Rabu, 01/01/2020 lalu.

Siti Khotijah menerangkan, kegiatan tersebut bukan hanya sekedar lomba. Namun bagaimana agar santri pelajar di MA Zainul Hasan 1 Genggong ini bisa mengembangkan ide-ide melalui mading 3 D. 

Lomba Mading 3D ini merupakan rangkaian dari kegiatan PKSM (Pekan Kreativitas Santri MA ZAHA) yang diselenggarakan sejak 28 Desember 2019 s/d 02 Januari 2020 dengan tema mewujudkan jiwa sportivitas, tingkatkan kreativitas dan prestasi.

Lomba Mading 3D yang diselenggarakan di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong diikuti oleh 12 delegasi dengan tema Santri Tak Gagap Teknologi, hasilnya juara I diraih oleh kelas XI IPA 2 sedangkan juara II diraih oleh kelas XI IPS 2.

Reporter : Kelvina Berlian

Editor  : Hendra

Tak Jadi Pesimis, Kamad MA Zaha Apresiasi Hafalan Santri

Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong menggelar Muhafadhoh Kubro dan Tashih Alquran Bi An-Nadhor pada Sabtu-Ahad, (7-8/12). Kegiatan perdana tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Nun Ahsan Maliki, pada apel bersama yang dihelat Sabtu pagi.

Ketua Panitia, M. Fauzi Afnani, menyebutkan kitab-kitab yang harus dihafal oleh santri MA Zaha diantaranya Alfiyah Ibnu Malik, Safinatu an-Najah, Al-Haditsu an-Nabawiyyah ‘ala Tartibi al-Ahrufi al-Hijaiyyah, Hadis Arbain Nawawy, dan Alquran bagi santri Program Tahfiz. “Ini adalah syarat untuk mengikuti PAS di semester ganjil. Hafalannya hanya lima puluh persen, meskipun sebenarnya sudah ada yang melebihi target. Nanti insya Allah semester genap semua santri sudah menghafal nazham dan hadis secara keseluruhan,” jelasnya.

Sesuai dengan temanya, Revitalisasi Kesantrian dengan Uji Kompetensi Alquran dan Kitab Salaf, Kepala Madrasah yang akrab disapa Nun Alex berharap santri MA Zaha tidak hanya mengikuti pelajaran yang ada di Madrasah, akan tetapi juga memiliki sanad keilmuan kepada mushannif (pengarang, Red) kitab. “Utamanya bagi santri kalong. Meskipun tidak mondok di Genggong, tapi dengan mempelajari dan menghafal kitab karangan Kiai Hasan Sepuh, semoga hubungan keilmuan dan kesantriannya tetap nyambung sama beliau,” imbuhnya.

Pada apel penutupan Senin (9/12), pihaknya mengaku sempat pesimis pada hafalan santri putera. “Saya tidak menyangka, santri putera sekarang ternyata juga punya semangat yang sama bahkan melebihi dari santri puteri,” tuturnya. Hal ini disampaikan Kepala Madrasah setelah melihat hasil penilaian dewan penguji muhafadhoh tentang nama-nama santri terbaik yang ditotal secara paralel antara putera dan puteri. “Saya sudah lama menginginkan kegiatan seperti ini. Melihat hasil hafalan para santri, saya jadi optimis pada semester genap nanti akan lebih baik lagi,” pungkasnya. (en) (adm)

MA ZAHA 1 Genggong Kedatangan Cicit Syekh Abdul Qodir Jaelani

GENGGONG – Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA ZAHA) 1 Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo kedatangan tamu tokoh kenamaan di dunia bagi umat Islam dari cicit Syekh Abdul Qodir Jaelani asal Libanon, yakni As-Sayyid As-Syekh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaibi Al Jailani. Kamis, 28/11/2019.

Cicit Syekh Abdul Qodir Jailani itu hadir di MA Zainul Hasan 1 Genggong sekira pukul 14.00 Wib  disambut oleh K.H. Moh. Hasan Naufal, Nun Hassan Ahsan Malik, K.H. Moh. Hasan Maulana, K.H. Ahsan Qomaruzzaman, para guru, siswa MA Zainul Hasan 1 Genggong.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong Nun Hassan Ahsan Malik mengaku bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena madrasah yang dipimpin disinggahi dan didoain oleh cicit ulama besar Syeikh Abdul Qodir Jaelani asal Libanon, yakni As-Sayyid As-Syekh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaibi Al Jailani.

“ Semoga dengan kehadiran syekh , madrasah ini tambah berkah, guru dan siswa mendapatkan barokah,” ucap putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam ini saat beri sambutan.

Acara yang dikemas dengan pembacaan tahlil dan shalawat Nabi itu diakhiri dengan tabarrukan mencium rambut Rasulullah yang dibawa oleh As-Sayyid As-Syekh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaibi Al Jailani.

Sebelum beliau meninggalkan MA Zainul Hasan 1 Genggong, As-Sayyid As-Syekh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaibi Al Jailani mengajak foto bersama (swafoto) kemudian lantunkan lagu Subbanul Wathan dan Mars Banser.

Rasa cinta As-Sayyid As-Syekh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaibi Al Jailani kepada NKRI tampak jelas tatkala Nun Hassan Ahsan Malik pimpin “yel-yel siapa kita” serta menyanyikan lagu Subbanul Wathan dan Mars Banser.

As-Sayyid As-Syekh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaibi Al Jailani yang saat itu didampingi oleh Nun Hasaan Ahsan Malik, K.H. Moh. Hasan Naufal, K.H. Moh. Hasan Maulana, K.H. Ahsan Qomaruzzaman terus mengikuti lantunan lagu Subbanul Wathan dan Mars Banser sembari mengangkat tangan dan memutar badan hingga membuat rasa nasionalisme keluarga besar MA Zainul Hasan 1 Genggong bangkit. (Hendra)