Semua tulisan dari MHD

Nun Alex: Mengenal Negara Indonesia Secara Utuh adalah Bentuk Nasionalisme

Pajarakan – Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo, Rabu 17/08 menyelenggarakan upacara dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke 71 Tahun. Ribuan santri tumplek di lapangan P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong, begitujuga Asatid-asatidzah, termasuk segenap Pengurus Pesantren Zainul Hasan Genggong. Sementara, yang bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Al Mukarrom KH. KH. Moh. Hasan Naufal, S.Hi.

Acara kemerdekaan dengan upacara ini, merupakan bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para Pejuang yang telah mendahului kita. KH. Hassan Ahsan Malik mengatakan adanya makna kemerdekaan, “Merdeka berarti bebas, tidak terikat, tanpa jajahan, tanpa penghambaan. Kemerdekaan artinya kita telah berdiri sendiri, membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Kemerdekaan NKRI merupakan hak kita sebagai sebuah bangsa yang besar yang telah kita pilih, bebas dari segala bentuk tekanan apapun. Kemerdekaan itu kita tancapkan 71 tahun yang lalu.” Ujarnya saat ditemui di kantor MA. Zainul Hasan Genggong.

Lanjut masih bersama Nun Alex sapaan akrabnya, tentang apa yang harus kita lakukan saat ini selaku yang menikmati kemerdekaan, “Mengabdi dan menjaga itulah yang harus kita lakukan untuk negara ini. Sebagai bentuk cinta kita pada negara. Sebagai seorang Guru, kita harus abdikan kemampuan yang kita miliki untuk membangun bangsa melalui pendidikan. Target dasar kita adalah, mencetak generasi bangsa untuk masa depan negara ini. Menjaga kebudayaan yang berasaskan Islam, untuk menumbuhkan Tunas- tunas mulia demi berkembangnya NKRI.” Jelasnya ketua LDNU Kota Kraksaan.

KH. Ahsan Maliki, S.Sy menambahkan bahwa rasa Nasionalisme itu wajib kita miliki, “Bagi saya, sangat penting. Mengenal negara Indonesia secara utuh adalah bentuk Nasionalisme. Bukankah ada ulama pernah bersabda bahwa “Cinta Tanah Air sebagian dari Iman”. Bagaimana kita dapat menumbuhkan Cinta Tanah Air bila tanpa mengenalnya secara utuh? Banyak cara untuk menguatkan Nasionalisme kita. Diantaranya adalah, semangat kebangsaan, mengenal lebih jauh potensi yang ada di negara ini, mempertahankan dan mengabadikan intergritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa ini.” Tegasnya Nun Alex selaku Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong . (*hen)

 

DSC_0059
Hormat : KH. Moh. Hasan Naufal, S.Hi inspektur upacara  memberi hormat

DARI WALI SANTRI UNTUK WALI SANTRI

Pajarakan:   “ Guru mengajar, Wali Santri memantau.” Kalimat yang disampaikan oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy pada acara “Silaturrahim Wali Santri dan Halal Bihalal bagi santri kelas X dan XI MA. Zainul Hasan 1 Genggong.” Senin 8/8 di GOR Damanhuri Romli Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo.

Lanjut Nun Alex, untuk mengajak para wali santri, agar sama-sama memantau putra putrinya yang masuk di MA. Zainul Hasan 1 Genggong. “ Putra-putri panjenengan yang dititipkan di Madrasah ini, merupakan sebuah amanah yang kami harus menjaga, tentunya kalau sudah selesai, dan memiliki ilmu serta berakhlak, nanti akan kembali kepada kalian semua sebagai Wali Santrinya, maka dari itu, mari kita saling bekerjasama dalam bidang kedisiplinan dan hal –hal yang terkait dengan KBM, sehingga dari Wali Santri untuk Wali Santri”. Ujarnya, pria yang juga ketua LDNU Kota Kraksaan.

Tentunya, saling memantau dan membantu tersebut, diartikan sama-sama menyampaikan semua aturan yang telah menjadi ketentuan dan kebijakan Pesantren dan Madrasah. Sehingga,  terjadi keberhasilan bersama, baik keinginan Pesantren, Madrasah serta Wali santri yang ada.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wib tersebut diawali dengan pemaparan program oleh segenap  para pembantu Kepala Madrasah, dan Kepala Program dengan secara singkat, padat dan jelas serta penampilan beberapa karya santri.

Pembacaan Shalawat Nabi dan Do’a, menjadi penutup pada acara Silaturrahim Walisantri dan Halal Bihalal bagi santri kelas X dan XI MA. Zainul Hasan 1 Genggong yang dibawakan langsung oleh KH. Hassan Ahsan Malik atau Nun Alex. ( *Hen)

MA. ZAHA 1 Genggong memberikan reward, bagi santri prestasi dan berakhlakul karimah

Pajarakan – Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, pada tahun pelajaran 2016-2017 ini akan  menerapkan absensi “fingerprint”, hal tersebut disampaikan oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku Kepala Madrasah “ Tahun ini, kita akan memakai absen sidik jari yaitu Fingeprin, hal ini untuk mengetahui kehadiran para santri (Peserta didik), dan juga agar wali santri dapat memantau kehadiran anaknya di madrasah”. Hal tersebut disampaikan pada rapat sosialisasi program tahun pelajaran 2016-2017 hari ini, Ahad 7/8 di ruang guru.

Absensi `fingerprint`tersebut digunakan, karena tahun ini pula Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong akan memberikan reward (penghargaan) kepada para santri yang berprestasi. “ Reward itu bisa berupa bebas biaya 100 % dalam 1 tahun pelajaran, tentunya, penghargaan itu akan diberikan jika memenuhi syarat, selain prestasi dalam pelajaran, kami juga mengedepankan akhlak bagi calon penerima reward tersebut.”  Tegasnya nun alex.

Tentunya. Penghargaan tersebut untuk memberi motivasi bagi segenap santri diberbagai kelas dan jurusan. Yangmana MA. Zainul Hasan 1 Genggong memiliki sekitar 820 santri dengan 30 rombel, penghargaan itu akan diperoleh para santri secara kompetisi dan kesemangatan.         “ Penghargaan itu, guna mendorong santri untuk lebih giat lagi dalam belajar di Madrasah ini”, ungkapnya Ustadz Zaini, S.Hi selaku kesiswaan.

Sementara itu, Pembantu Kepala Madrasah (PKM), Ustadz Solihin, S.Hi menyampaikan bahwa, tahun ini telah membuka program menghafal Al Quran, namun khusus pada program IAI (Ilmu Agama Islam) putri. “ Program Tahfidzul Qur’an ini, hanya untuk kelas X pada program IAI putri saja, untuk tahun depan, insya Allah kita terapkan diputra juga” ujarnya saat menyampaikan program kurikulum MA. Zainul Hasan 1 Genggong.

Selain Kepala Madrasah dan segenap PKM, hadir pula Nun Ahsan Habibi Fillah putra Almukarrom KH. Moh. Hasan saiful Islam yang akrab disapa Nun Alba bersama para asatidz-astidzah. (*hen)