Penulis: Admin Madrasah

Bersaing dengan 24 Negara, Santri MA Zaha Raih Medali Olimpiade Internasional

Salsabila Meisefiyani kembali meraih medali perak pada babak final Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2020-2021 yang diselenggarakan pada 03/04/21. Sebelumnya Salsa, sapaan akrabnya, mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan pada 07/11/20.

Pengumuman secara daring melalui zoom meeting pada Minggu, 16/05/21.

Setelah bersaing dengan delegasi dari beberapa sekolah tingkat SLTA se-Indonesia, Salsa terpilih menjadi salah satu delegasi yang akan mewakili Indonesia pada babak final. Di antara negara yang mengikuti ajang perlombaan ini adalah Inggris, Singapura, Perancis, Australia, China, dan negara lain di seluruh dunia.

Aninatul Badiyah, Koordinator Tim Olimpiade MA Zaha mengaku sangat bangga. “Alhamdulillah bisa mendapat medali perak. Menurut saya, ini adalah hadiah terbaik untuk MA Zaha karena saingannya kemarin juga banyak dari negara maju.”

Selain Aninatul, Nun Ahsan Maliki sebagai Kepala Madrasah juga mengaku bahagia saat mendengar kabar ini. Tetapi menurutnya, mendapat medali pada ajang Internasional tidak hanya menjadi prestasi bagi MA Zaha. “Justru ini juga menjadi prestasi Pesantren, prestasi santri, para guru, dan kita semua,” tuturnya.

Nun Alex berharap setelah ini akan ada kejuaraan pada event-event berikutnya. Ia juga menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang mendoakan dan memberi dukungan. “Khususnya Salsabila. Semoga setelah ini akan terus ada kabar-kabar baik yang menyusul,” pungkasnya. (en)

Dosen UIN Malang Sebut Santri MA Zaha Luar Biasa

GENGGONG – MA Zainul Hasan (Zaha) 1 Genggong, kembali menyelenggarakan Munaqosyah Tugas Akhir bagi santri Program TahqiquQiroatil Kutub (Tahqiq). Sedikitnya ada 10 dari 78 santri Program Keagamaan dinilai luar biasa lantaran mampu menjawab pertanyaan penguji dan adu argumentasi dengan berbagai referensi.


Hal itu disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Keagamaan Fakultas Humaniora, M. Faisol, usai menguji para santri, pada Ahad (9/2).
“Luar biasa. Menerjemah itu tidak mudah. Banyak kompetensi yang harus dimiliki seorang penerjemah. Kalian tidak hanya bisa menerjamah. Tapi juga bisa menyampaikan argumentasi tentang hukum-hukum dengan referensi dari berbagai sumber,” ungkap Faisol yang hadir sebagai Dosen Penguji Tugas Akhir (TA) Program Tahqiq itu.


Lanjutnya, meski kitab yang diujikan hanya satu, namun para santri bisa menjawab pertanyaan dengan ibarah dari kitab-kitab lain. “Sungguh luar biasa, anak-anak saya di perguruan tinggi belum tentu bisa seperti mereka,” ungkap Faisol pada penutupan munasqosyah.


Pihaknya berharap tugas akhir santri bisa segera dibukukan. Sehingga nantinya bisa dijadikan tolok ukur dalam pembelajaran dan juga bisa dipelajari oleh para santri di kelas-kelas. “Apalagi karya itu bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas,” ujarnya dengan penuh harap.


Sementara itu, Ketua Program Tahqiq, Fakhrur Razi menyampaikan, tugas akhir santri tahun ini berbeda dengan tugas akhir pada tahun sebelumnya. Kali ini tugas akhir dikemas dalam bentuk terjemah kitab. Ada 3 kitab yang diterjemahkan, yaitu kitab Qurrotu al-Ain, Ahkamual-Masajidfi Syariati al-Islam, dan Nasihatun li al-Huffaz.


Dengan adanya tugas akhir, imbuhnya, santri tidak hanya dituntut mampu menerjemah, melainkan juga dapat mempertanggungjawabkan setiap kalimat, baik secara kaidah nahwu maupun kontennya. “Kami mencari tiga kitab yang jarang bahkan hampir tidak ada terjemahannya, akhirnya ditemukanlah tiga kitab ini. Dengan begitu, artinya mereka dapat menerjemah murni dari buah pemikiran mereka sendiri,” terang Razi. Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut adalah indikator bahwa santri mampu membaca dan memahami kitab dengan baik.


Kerja sama MA Zaha dan Fakultas Humaniora UIN Malang sudah berlangsung selama empat tahun. M. Faisol dan Arif Rahman Hakim sebagai dosen utusan, menguji 10 santri terbaik dengan sangat detail. Keduanya menanyakan lafaz, terjemahan, dan isi materi yang mendalam. (en)

Kuliah Tamu dan Munaqosah Ujian Akhir Prodistik

Genggong, Selain memperdalam pelajaran agama melalui kajian kitab salaf, MA ZAHA juga menyeimbangkan pengetahuan umumnya. Ini terbukti dengan berjalannya program madrasah. Semangat dan antusias para santri dalam mengikuti dan menjalankan program pun juga tak bisa dipandang sebelah mata.

Rabu 22/01/2020 MA ZAHA kedatangan tamu istimewa dari ITS Surabaya, mereka adalah Bapak M Zainul Asrori, M.S.i. dan Bapak Dr. Hozairi, MT. yang sengaja datang memenuhi undangan madrasah untuk mengisi Kuliah Tamu bagi santri khusus kelas X (sepuluh) IPA dan IPS.

Pembukaan kuliah tamu yang bertempat di Aula Lt3 Gedung putra P5 ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Ketua Prodistik, Waka Kurikulum, dan dua Pemateri dari ITS Surabaya.

Begitu khidmat mengikuti pembukaan kuliah tamu, Santri Putra dan Putri kelas X MA ZAHA Program Prodistik.

Kuliah Tamu merupakan kegiatan rutin Madrasah yang dilakukan tiap tahunnya dengan tujuan mempermudah dan membuka jalan bagi para santri untuk menyongsong cita-citanya. Dalam sambutannya Dosen ITS Surabaya, Bapak M Zainul Asrori, M.S.i mengutarakan bahwa tantangan kita saat ini semakin kedepan semakin berat, jadi butuh persiapan yang matang untuk segala sesuatunya demi menggapai cita – cita yang di inginkan.

Disamping kuliah tamu khusus kelas X Prodistik, tim dari ITS Surabaya berkesempatan menguji santri kelas XII Program Prodistik yang sudah di seleksi dengan nilai di atas rata-rata. Ujian ini di ikuti oleh 4 Jurusan yaitu Multimedia, Desain Grafis, Programming, dan Animasi. Ujian ini merupakan salah satu syarat kelulusan atau mengikuti Ujian Nasional.

Munaqosah ujian tugas akhir, presentasi siswi Prodistik di hadapan tamu penguji.

Berbeda dengan Bapak M Zainul Asrori, M.S.i, Kepala Madrasah Nun Ahsan Maliki S.Sy flasback menceritakan tentang berdirinya Prodistik sebagai program andalan di MA Zaha, yakni di tahun 2012 dengan harapan para santri bisa tampil lebih percaya diri sesuai dengan kemampuannya, selain itu beliau juga berharap agar santri melek IT, sehingga mereka mampu membawa kemampuan IT dengan akhlaq santri, bahkan tak jarang Ayah dari 3 putra dan 1 putri ini mengatakan “Angkatlah derajat santri dengan Akhlaqmu”.

Nun Alex, sapaan akrab Kepala Madrasah juga mendoakan agar setiap kegiatan bisa berjalan lancar dan istiqomah meski selalu dalam keterbatasan. (dhan, min)

  • 1
  • 2
  • 9