Semua tulisan dari Admin Madrasah

Pelantikan Duta Karakter Putri, MA Zainul Hasan

UPACARA BENDERA DAN PELANTIKAN DUTA KARAKTER MADRASAH ALIYAH ZAINUL HASAN 1 GENGGONG

Genggong, – Sabtu  (26/08/2017) MA Zainul Hasan 1 Genggong mengadakan upacara rutin yang bertempat di halaman pesantren Zainul Hasan, pada pukul 07:15 KH. Ahsan Maliki S.Sy, santri putri dan para asatidz telah berkumpul memenuhi tempat, upacara kali ini sengaja di adakan bersamaan dengan pelantikan Duta Karakter ke-2 MA Zainul Hasan. Kegiatan ini memang merupakan salah satu kegiatan rutin setiap hari sabtu yang di adakan madrasah aliyah sebagai bentuk kecintaan santri pada tanah air, “Pahlawan yang berjuang berkorban nyawa melawan penjajah, tapi justru kita yang merasakan kemerdekaan, oleh karena itu untuk menghormati jasa pahlawan, hormatilah bendera kita karena di dalam bendera tersimpan banyak sejarah perjuangan pahlawan”. tutur Kepala Madrasah.

Tahun ini madrasah aliyah kembali Madrasah Aliyah menerapkan program pemilihan Duta Karakter, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan santri baik dalam bertingkah laku dan berucap, jumlah keseluruhan dari Duta Kedisiplinan angkatan pertama ini adalah 40 orang dengan rincian 2 orang perkelas. Kemarin kepala madrasah melantik langsung para duta karakter dengan dimulai pembacaaan ikrar, “Hal ini jangan diremehkan! Meskipun hanya bermula menjadi duta karakter di MA Zainul Hasan, siapa tau kelak kalian akan menjadi Duta Karakter di tungkat internasional”. Tutur Beliau di sambut tepuk tangan para santri. “Semoga amanah ini bisa membawa kalian menuju kesuksesan yang lebih baik”. Pungkas beliau. 

Untuk membedakan Santri Duta Karakter Madrasah, Kepala Madrasah mengalungkan asduk berwarna kombinasi hijau putih kepada semua duta yang terpilih, di iringi oleh syahdunya alunan paduan suara dari teman-teman Osis. Paduan suara dengan lirik pemegang amanah pendidikan membuat suasana makin haru. Fungsi Duta Karakter ini menjadi ikon kedisiplinan di lingkunan Madrasah, penuh harap KBM yang berlangsung bisa benar berjalan dengan baik. (al/osis)

MA ZAHA kembali meraih prestasi

MA ZAHA Raih Juara 3 Lomba Gerak Jalan HUT RI Ke 72

Pajarakan- Farhan salah satu santri kelas XII IAI MA. Zainul Hasan 1 Genggong mendapatka juara 3 dalam lomba Tafsir Surah Yasin tahun 2017 yang diadakan oleh dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Probolinggo, Selasa 08 /08/ 2017.  

Kemarin, Senin 14/8 MA. Zainul Hasan 1 Genggong Kraksaan mengikuti gerak jalan yang dilaksanakan oleh Kecamatan Pajarakan, dengan diikuti beberapa kategori, yaitu kategori putra-putri jenjang SMA/SMK/MA, termasuk kategori peserta kehormatan warga pendidikan. 

Gerak Jalan itu dilepas dari  (Start-Red) lapangan Desa Selogudig, diakhiri (finish-Red) di depan lapangan Sasana Krida Pabrik Gula Pajarakan

Madrasah yang dipimpin oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy kini kembali berprestasi, pada lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT RI ke 72, mendapatkan peringkat ke tiga kategori putra jenjang SMA/MA/SMK Se -Kecamatan Pajarakan.

Di hubungi melalui akun pribadi Telegram nya, Kepala Madrasah memberikan appresiasi tinggi kepada anak didiknya yang sudah mempersembahkan prestasi kepada Madrasah. “Prestasi yang di torehkan anak santri, itu merupakan kebanggaan kami. Semoga hasil demi hasil yang di dapat menjadi sebab termotivasinya teman santri yang lain”. Jelas Kepala Madrasah. 

Menurut Ustadz Bambang, sempat mengalami kesulitan dalam melatih,  pasalnya, saat mereka, latihan banyak hambatan dalam melatih, utamanya masalah waktu latihan, karena terbentur dengan kegiatan sekolah dan kegiatan pesantren, Namun kesulitan itu disiasati dengan pendekatan ke siswa, bahwa lomba ini sangat penting diikuti. “Akhirnya dicapai sebuah kesepakatan untuk menentukan kapan harus izin ke kelas dan izin ke pondok” Ucap pria asli malang yang kini tinggal di Desa Kapasan kecamatan Pajarakan.

Harapan Bapak Bambang selaku pemnina mengharap kedepan, pihak Madrasah/Sekolah harus tahu bahwa lomba baris ini merupakan agenda tahunan di wilayah Pajarakan. Sehingga pos anggaran untuk kegiatan itu harus ada bahkan wajib. Termasuk pemberian penghargaan kepada siswa yg terpilih sebagai kontingen dan pemberian reward kepada tim yg bisa mencapai kejuaraan ini. “ Sehingga siswa benar-benar merasa dihargai usahanya” Pintanya saat dikonfirmasi kemarin, 17/8. (ahm/hen) 

Silaturrahim Wali Santri, Kepala Madrasah Tekankan Keutuhan Keluarga

Kepala Madrasah ketika mendapatkan hadiah buku “Metode Takrir” dari Wali Santri

Genggong (13/8), MA Zainul Hasan 1 Genggong, Pajarakan Probolinggo, mengadakan silaturrahim dengan Wali Santri khusus santri dari jenjang kelas X dan XI dari semua jurusan yang ada, yakni IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan IAI (Ilmu Agama Islam). Kegiatan ini berlangsung sekira empat jam lebih, dimulai dari jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 13.45 WIB, bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Damanhuri Romli, Genggong Pajarakan Probolinggo.

Kegiatan ini diawali dengan lantunan merdu ayat suci al-Qur’an oleh Ustadz Juma’in Robbani. Kemudian untuk menambah keberkahan dalam suasana silaturrahim, dilanjutkan pembacaan Surat al-Waqi’ah dan Surat al-Mulk yang dipimpin langsung oleh Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong, yakni KH. Ahsan Maliki, S.Sy.

Dalam silaturrahim tersebut, disampaikan beberapa pemaparan Program Kerja untuk satu tahun pelajaran, 2017/2018. Mengisi sambutan untuk pertama kali adalah Ustadz Sholihin, SHI, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Kurikulum. Ustadz Sholihin memaparkan bahwa MA Zainul Hasan 1 Genggong memiliki program unggulan, yakni Tahqiqu Qiro’atil Kutub khusus untuk jurusan IAI yang bekerja sama dengan UIN Sunan Maulana Malik Ibrahim Malang, Prodistik khusus untuk jurusan IPS dan IPA yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, serta Program Tahfidz al-Qur’an 30 Juz untuk semua jurusan di MA Zainul Hasan 1 Genggong.

Menurut Ustadz Sholihin, “Santri MA Zainul Hasan 1 Genggong harus memiliki keistimewaan, harus tampil beda, dan harus berbeda dengan santri MA lain, apalagi MA yang ada di luar pesantren. Insya Allah dengan adanya dua program unggulan kami tersebut, hal itu bisa terpacai”, jelasnya.

Memberi sambutan yang kedua, Ustadz Ahmad Muhibul Firdaus, S.Pd.I selaku Ketua Prodistik, menambahkan apa yang telah disampaikan oleh Ustadz Sholihin, bahwa Prodistik mendapatkan legalitas dari ITS Surabaya, mulai dari kurikulum pembelajaran, teknis perkuliahan, hingga sertifikat lulus dengan dilegalisasi oleh Kepala Madrasah dan dari ITS Surabaya. “Prodistik MA Zainul Hasan 1 sudah memulai kerja sama dengan pihak ITS Surabaya sejak tahun 2012, dan diresmikan oleh pihak ITS Surabaya sejak saat itu pula”, tambahnya.

Ustadz Fakhrur Razi, SHI, selaku pengemban amanah mengembangkan Tahqiqu Qiro’atil Kutub mendapat kesempatan berikutnya untuk mengisi sambutan. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fakhrur Razi menyampaikan bahwa tujuan menjadikan Program Tahqiq sebagai suplemen wajib bagi santri IAI, adalah untuk mempelajari dan melestarikan khazanah keilmuan klasik dalam Islam berupa Kitab Kuning. “Oleh karenanya, kami selaku pengelola membekali santri dengan pembelajaran Ilmu Alat yang meliputi Nahwu dan Shorrof secara fokus untuk santri kelas X, sedangkan untuk kelas XI kami tambahkan materi Fiqh”, paparnya.

Menurut Ustadz Rozi, demikiaan sapaan akrab Ustadz Fakhrur Razi, khusus untuk kelas XII dibekali dengan bimbingan teknis penulisan karya ilmiah, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Arab. “Hal ini untuk persiapan bagi santri kelas XII dalam pembuatan Tugas Akhir berupa karangan ilmiah dengan bahasa Indonesia atau bahasa Arab, yang nantinya akan diuji oleh Tim dari UIN Sunan Maulana Malik Ibrahim Malang”, jelasnya.

Selepas Ustadz Rozi, giliran Ustadz Mukhlas Kholil selaku Ketua Tahfidz al-Qur’an memaparkan programnya. Menurut Ustadz Mukhlas, demikian beliau disapa, Program Tahfidz ini baru berjalan 1 tahun dan hanya ditujukan kepada santri yang punya kemauan kuat untuk menghafal, keterampilan dalam menghafal serta fasih dalam membaca al-Qur’an. “Dan yang terpenting, santri tersebut mendapat restu dari orang tua, karena jika tanpa restu dari orang tua, kami tolak untuk mengikuti program ini”, tegasnya dalam menjelaskan tentang program Tahfidz di MA Zainul Hasan 1 ini.

Program Beasiswa Untuk Santri

Pemaparan berbeda disampaikan oleh Ustadz Zaini Zainuri, SHI. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan ini memberikan laporan tentang jumlah santri secara keseluruhan ketika digabung antara putera dan puteri pada tahun pelajaran 2017-2018 ini mencapai 849 santri. “Dan menyampaikan amanah dari Ketua Yayasan, yakni KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah bahwa santri yang berdomisili lebih dari radius 3 KM dari pesantren, wajib untuk mondok”, tegasnya.

Kemudian, Ustadz Zaini, demikian sapaan akrabnya, memberikan penjelasan tentang program beasiswa dari MA Zainul Hasan 1 Genggong yang diberikan kepada santri. Menurutnya, pemberian beasiswa akan diberikan kepada santri yang berprestasi. “Santri yang mengharumkan nama Madrasah dengan memenangkan perlombaan yang diikuti, baik level kabupaten hingga nasional, akan dapat beasiswa dari MA Zainul Hasan 1”, tuturnya.

Ditambahkan oleh Ustadz Zaini, bahwa santri yang memperoleh peringkat satu sampai tiga secara paralel, akan juga mendapat beasiswa. “Juara kelas paralel itu adalah peringkat satu dalam satu jenjang kelas di satu jurusan, semisal jurusan IPA di semua kelas X baik putera atau puteri, siapa yang tertinggi nilainya dia yang berhak mendapat beasiswa”, jelas Ustadz yang berasal dari Pulau Masalembu Sumenep ini.

Ketika menyampaikan tentang keringanan biaya, ada ketentuan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Untuk pengajuan keringanan biaya pendidikan saat ini, sesuai prosedur dari pemerintah, hanya disediakan kepada santri yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), beda dengan proogram dahulu ketika masih ada BKSM”, jelas Ustadz yang memiliki tiga puteri ini.

Perlu Menambah Sarana Kelas

Ustadz Syaifullah, S.Pd, Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, turut serta memberikan sambutan. Dalam sambutannya tersebut, Ustadz Saiful, demikian beliau biasa dipanggil, menjelaskan bahwa sampai saat ini, Madrasah Aliyah masih membutuhkan tambahan sarana kelas, karena ruang kelas yang ada sudah tidak mencukupi.

“Kami masih meminjam lokal milik SMA satu kelas, ditempati oleh kelas XI IAI-4, juga dua lokal di Pondok Darut Tauhid puteri, untuk kelas XII IAI-1 dan XII IAI-2, belum lagi sarana lainnya untuk menciptakan suasana belajar kondusif. Jadi mohon doanya kepada segenap Wali Santri supaya diberi kelancaran, kemudahan dan barokah untuk menambah lokal kelas”, pungkasnya.

Uji Publik Baca Kitab Kuning Memukau Wali Santri

Wali santri ketika memilih kitab untuk di ujikan kepada santri

Setelah sambutan dari Ustadz Syaifullah, S.Pd, acara dilanjutkan dengan penampilan baca kitab kuning. Muhammad Fathur Rozaq, santri dari Program Tahqiqu Qiro’atil Kutub Kelas XI IAI-3 yang mendapat kesempatan untuk tampil unjuk kemampuannya membaca kitab kuning di hadapan Wali Santri. Bahkan Wali Santri diperkenankan untuk mengujinya secara langsung. Acara tersebut dipandu oleh Ustadz Fakhrur Razi selaku Ketua Program Tahqiq dan dibantu oleh Ustadz Habibi, salah satu Ustadz yang juga mengajar di Program Tahqiq. 

Kegiatan tersebut diawali dengan penunjukan kitab yang akan dibaca oleh Rozaq, nama panggilan santri asal desa Kalianan kecamatan Krucil tersebut. Dan kitab yang disediakan bermacam-macam, mulai dari tafsir seperti Tafsir Ahkam dan Tafsir Jalalain, kitab hadits seperti Bulughul Marom, dan lain-lain. Namun Wali Santri memilih kitab Tafsir Jalalain untuk dibacakan. 

Perlu diketahui, bahwa kitab yang ada ini semuanya masih kosongan, tanpa makna. Ananda Rozaq diminta untuk mempertanggung-jawabkan setiap kalimat yang dibaca dalam kitab tersebut, juga menyebutkan dasar atau dalil dari bacaannya menurut tinjauan ilmu alat, yakni kaidah Nahwu dan Shorrof”, jelas Ustadz Fakhrur Razi dihadapan Wali Santri.

Kemudian Rozaq memulai membaca kitab tafsir Jalalain, dan yang dipilih oleh Wali Santri adalah Surat al-Baqoroh. Ketika membaca masih sampai pada lafadh “surotul baqoroti”, Rozaq sudah dicecar dengan banyak pertanyaan menurut kaidah Nahwu dan Shorrofnya. Pertanyaan beruntun dari Ustadz Fakhrur Razi dan Ustadz Habibi ibarat aliran sungai yang sangat deras, namun semuanya berhasil dijawab lengkap dengan dalilnya.

Setelah selesai dengan banyak pertanyaan, Ustadz Fakhrur Razi mempersilahkan Wali Santri untuk menguji kemampuan Fathur Rozaq. Begitu mendapat kesempatan, salah satu Wali Santri kemudian maju dan menguji Fathur Rozaq dengan banyak pertanyaan seputar kaidah Nahwu dan Shorrof. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berhasil dijawab dengan tangkas dan cepat disertai dalil dari Nadhom Alfiah dan Imrithi. Tak ayal, tepuk tangan bergemuruh dari Wali Santri dan para Asatidz yang hadir memenuhi GOR Damanhuri, lokasi pertemuan tersebut, tanda kagum akan penampilan putera dari Bapak Sasmito dari Kalianan Krucil ini.
Kepala Madrasah Tekankan Kebersamaan dan Kekeluargaan

Setelah penampilan dari santri Tahqiq, KH. Ahsan Maliki, S.Sy, selaku Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong memberikan apresiasi dan atensinya dalam acara silaturrahim tersebut. Dalam sambutannya, Putera Almukarrom KH. Moh. Hasan Saiful Islam ini menyampaikan bahwa antara Pengelola Madrasah serta seluruh elemen Madrasah dengan Wali Santri dan juga santri merupakan satu keluarga. “Karena satu keluarga, maka harus saling menjaga, saling melindungi, saling mengingatkan dan saling memberi motivasi”, tuturnya.

Menurutnya, Wali Santri bukan sekedar menitipkan santri kepada Madrasah, namun bagi segenap Asatidz dan seluruh elemen madrasah, santri menjadi amanah yang harus dijaga. “Oleh karenanya, harus ada kolaborasi yang baik antara Wali Santri dengan pihak madrasah. Wali Santri diharapkan selalu mendukung dan juga memotivasi santri dengan cara mengingatkan santri untuk tidak melanggar aturan pesantren dan madrasah, memotivasi santri supaya lebih disiplin dalam belajar, disiplin waktu serta patuh pada peraturan pesantren”, jelas Nun Alex, sapaan akrab KH. Ahsan Maliki, S.Sy ini.

Lebih lanjut, Nun Alex menjelaskan bahwa dengan patuh pada ketentuan dan aturan dari pesantren maupun madrasah, diharapkan ilmu yang diperoleh santri adalah ilmu yang barokah. “Kalau melanggar aturan, dikhawatirkan ilmunya tidak manfaat. Sekiranya santri keluar dari pesantren sudah mendapat ilmu serta ridho dari guru-gurunya”, jelasnya.

“Makanya, kalau mau sekolah, harus mempunyai niat untuk mengabdi supaya mendapat ridho dari Allah Azza wa Jalla dan husnul khotimah”, jelas Kepala Madrasah yang menjabat sejak tahun 2012 ini.

Setelah pengarahan dari Kepala Madrasah, acara silaturrahim kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid ad-Diba’i dan ditutup dengan doa. Semoga kegiatan ini dicatat oleh Allah sebagai tambahan amal ibadah bagi yang hadir. Aamiiin.

(Laporan: Faridatul Aini dan Raghibah Jadwa Faradisi) 

Kemuliaan Bersholawat kepada Rosulullah Shollallaahu Alaihi Wasallam

Telah datang keterangan dalam sebuah atsar. Bahwa Malaikat Jibril AS. Suatu ketika dia mendatangi Rosulullah Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau berkata : “Wahai Utusan Allah, aku pernah melihat satu malaikat di langit sedang berada di atas ranjang, disekitarnya ada 70 ribu Malaikat berbaris untuk melayaninya. Dan setiap hela nafas malaikat itu Allah ciptakan darinya satu malaikat. Namun sekarang, aku melihat dia berada di atas gunung Qaaf dengan sayap terbelah, dia sedang menangis… Tatkala ia melihatku, dia berkata : “Wahai Jibril, maukah kau menolongku?”. Jibril bertanya kepadanya, “Kesalahan apa yang telah kau lakukan?”. Malaikat itu menjawab, : “Aku berada di kasur tatkala malam Mi’raj, kemudian Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam lewat bertemu denganku, aku tak sempat berdiri untuk menyambutnya. Dengan itu lalu Allah memberiku hukuman ini. Dan meletakkanku di tempat seperti yang engkau lihat ini”. 
Jibril berkata : “Kemudian aku memohon (dengan kerendahan hati) kepada Allah, memintakan ampunan untuknya”. 

Lalu Allah bersabda : “Wahai Jibril, sampai dia Bersholawat kepada Muhammad”.

Kemudian, malaikat itu bersholawat kepada Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi Wasallam. Allah mengampuninya, dan sayap-sayapnya tumbuh kembali.
[Dalil Assaailiin, 410]

Penyampaian Materi Utama Di MATSAMA Pada Hari Kedua

Ustadz Sholihin menyampaikan materi kurikulum kepada peserta MATSAMA

Genggong – Rabu, 19 Juli 2017 Hari Kedua Kegiatan MATSAMA (Masa Ta’aruf Santri Madrasah) Ma Zainul Hasan 1 Genggong.

Kegiatan MATSAMA hari kedua ini diawali dengan check in peserta. Para peserta mengikuti kegiatan pagi ini penuh keceriaan dan penuh semangat, meskipun ada peserta yang dihukum oleh kakak Osis karena melanggar peraturan. Setelah taat aturan dengan check in peserta, Kakak Osis mengarahkan peserta MATSAMA untuk ber wudhu’ dan menunaikan Sholat Dhuha berjamaah. Para peserta menunaikan sholat dhuha dengan penuh kekhusyu’an.

Kegiatan selanjutnya sesuai schedule MATSAMA adalah pemberian Materi mengenai info keMadrasahan. Dalam hal ini disampaikan oleh tiga narasumber, Ustadz Taufiq S.Ag selaku WAKA HUMAS, Ustadz Zaini selaku WAKA KESISWAAN, dan Ustadz Sa’dullah selaku Guru Bimbingan Konseling.

Ustadz Taufiq, pada penuturan awalnya, menyampaikan sekilas profile Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. “Pada dasarnya, santri yang mondok di Genggong meskipun bukan termasuk anak yang pintar asalkan taat pada peraturan yang ada maka insyaallah kelak dia akan menjadi orang yang sukses”. Tegas beliau. 

Beliau juga menceritakan, “Beberapa alumni MA ZAHA yang awalnya bukan termasuk orang pintar namun karena mereka taat peraturan pesantren, sehingga banyak dari mereka menjadi orang sukses” , ujar beliau.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa di MA ZAHA 1 GENGGONG ada tiga pilihan jurusan, yaitu IPA, IPS, dan IAI. “Khusus jurusan IAI santri kelas XII nanti akan ada program pengabdian mengajar selama 23 Hari, yang di kenal dengan sebutan ABS (Amal Bakti Santri)”, Jelas Ustadz yang sudah lama mengabdi di MA ZAHA ini. 

Dalam kegiatannya, para santri akan di utus ke beberapa pesantren diluar kabupaten Probolinggo, untuk mengajarkan dan mengembangkan ilmunya.   

Sedangkan untuk jurusan IPA dan IPS setelah Ujian Nasional selesai mereka diberi kegiatan OBSERVASI (penelitian) sesuai dengan jurusan masing- masing, bertempat di PPLH Trawas Mojokerto.

Beliau juga menginformasikan mengenai beberapa agenda rutin madrasah dalam menyambut ajaran baru, diantaranya ; “Awal bulan agustus akan diadakan Halal Bi Halal semua santri dan dewan Asatidz-Asatidzah. Dan akan diadakan rapat dengan wali santri untuk membahas Proses KBM selama satu tahun kedepan” Jelas Ustadz yang suka humor ini. 

Beliau meneruskan, “InsyaAllah di tahun ini akan diadakan Milad Madrasah yang nanti akan menghadirkan para Alumni mulai angkatan 1997 sampai dengan angkatan 2010”.

Di akhir penyampaiannya, beliau memotivasi peserta MATSAMA agar giat belajar dan terus berusaha untuk berprestasi membawa nama baik MA ZAHA di tingkat Nasional mapun Internasional.

Materi kedua info kemadrasahan yang disampaikan oleh Ustadz Zaini Zainuri S.Hi, selaku WAKA KESISWAAN.

Tujuan diadakannya materi tentang Kesiswaan adalah untuk mengenalkan kepada peserta MATSAMA mengenai hal-hal yang menyangkut masalah santri di Madrasah.

Tugas WAKA Kesiswaan adalah menangani anak-anak yang bermasalah serta mendampingi semua kegiatan siwa di Madrasah. Beliau juga menjelaskan mengenai buku kode etik Madrasah yang sudah diberikan kepada masing- masing peserta MATSAMA, mulai dari tata tertib Madrasah sampai dengan tingkat pelanggaran dan hukumannya. Salah satu diantaranya yang beliau sampaikan santri Ma Zaha dilarang Merokok didalam maupun diluar lingkungan Madrasah, apabila ada santri ketahuan merokok maka konsekuensinya adalah di kembalikan kepada orang tua. Setiap kelas dan ruangan sudah dilengkapi dengan kamera CCTV yang langsung tersambung dengan WAKA Kesiswaan dan KEPALA Madrasah. Hal ini bertujuan untuk mengawasi jalannya KBM dan siswa yang melanggar. Di akhir penyampaian materi beliau berpesan “Jangan sampai tidak ikut kegiatan pesantren karena pengurus akan langsung melaporkan ke pihak Madrasah dan santri yang bersangkutan akan langsung dilaporkan kepada orang tuanya”, ujar beliau.
Materi Ketiga info kemadrasahan yang disampaikan oleh Ustadz Sya’dullah selaku guru Bimbingan Konseling (BK). Tugas dari Guru BK adalah melayani sekaligus membimbing masalah –masalah yang dialami oleh santri

Fungsi dari Guru BK diantaranya, untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya serta untuk membantu peserta didik mencegah diri dari sesuatu yang menghambat perkembangan dirinya. 

Di akhir penyampaian beliau menyampaikan, slogan Bimbingan Konseling “Bersama BK Temukan Jati Diri dan Kembangkan Potensi”. Semangatnya. 

Kepala Madrasah menyampaikan Materi pengenalan Pesantren dalam sejarah berdirinya Pesantren Zainul Hasan

Kegiatan ketiga di hari kedua adalah pemberian materi tentang kepesantrenan yang disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah. Dalam penyampaiannya pertama beliau memperkenalkan latar belakang berdirinya Pesantren Zainul Hasan Genggong. Diawal berdirinya, Pesantren berfungsi sebagai pusat berkumpulnya masyarakat sekitar pesantren untuk mengenal ilmu keagamaan. Awalnya Kiyai Zainal Abidin selaku pendiri pertama pesantren hanya membangun sebuah musholla kecil sebagai tempat beribadah dan menjadi sarana mengajar hingga berkembang menjadi sebuah pondok yang bernama Pondok Genggong. Kata “GENGGONG” berasal dari nama sekuntum bunga yang tumbuh di sekitar pesantren, bunga itu terkenal digunakan oleh masyarakat untuk menghias acara walimah pengantin dan acara khitan. Kiyai Zainal Abidin memimpin pesantren selama 51 tahun yaitu mulai tahun 1839-1890. Setelah beliau wafat beliau digantikan oleh menantu beliau yaitu KH.Moh Hasan sebagai khalifah kedua pesantren Zainul Hasan Genggong mulai tahun 1890-1952 atau selama 63 tahun. Di tahun 1952 KH. Moh Hasan digantikan oleh putra beliau KH. Hasan Saifourridzal sebagai khalifah ketiga sampai dengan tahun 1991 atau selama 39 tahun. 

Di bawah kepemimpinan beliau pesantren banyak mengalami perkembangan terutama dalam hal pendidikan yang ditandai dengan mulai dibukanya pendidikan formal baik agama maupun umum dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Pada tahun 1991 KH. Hasan Saifourridzal digantikan oleh putra beliau yaitu KH.M.Hasan Mutawakkil Alallah SH.MM. sebagai khalifah keempat sampai dengan sekarang. Dalam kepemimpinan beliau Pesantren Zainul Hasan banyak mengalami perkembangan terutama dalam bidang pendidikan dengan pembukaan sekolah dan madrasah terseleksi dengan jaminan mutu dan keunggulan serta sekolah tinggi kesehatan.Dasar Pengembangan pesantren diarahkan kepada pendidikan sesuai dengan kebutuhan zaman, Namun tetap bernuansa salafi, ujar beliau.

Di hari ini pula, Pesantren  Zainul Hasan Genggong kembali kedatangan tamu besar dari Mekkah Al-Mukarromah, yaitu Syeikh Muhammad bin Ismail Zain Al-Yamani beserta rombongan. Para santri sangat bersemangat untuk menyambut kedatangan beliau, bukan hanya para santri yang menyambut kedatangan beliau tetapi hampir semua  pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong juga antusias meyambut beliau. Beliau sampai di Genggong sekitar pukul 13.30 wib. Sesampainya di Genggong, beliau beserta rombongan langsung melaksanakan sholat  dhuhur dan sholat ashar berjamaah. Seusai sholat beliau langsung mengajak semua santri untuk bersama- sama membaca tahlil dan doa bersama.

Setelah kegiatan penyambutan tamu selesai, kegiatan MATSAMA dilanjutkan dengan kegiatan makan siang bersama di lantai dua madrasah. Para peserta sangat bersemangat untuk makan siang,karena para peserta  belum makan dari tadi pagi.

Kemudian MATSAMA hari kedua ditutup dengan apel penutupan di aula Madrasah bersama dengan Ustadz Bambang. Beliau menyampaikan mengenai perlengkapan kegiatan MATSAMA hari kamis, diantaranya memakai seragam pramuka lengkap. Kegiatan diakhiri dengan menyanyikan lagu kebanggaan MARS MA ZAHA 1 GENGGONG dan doa bersama.

Boys Pers Team of OSIS MA ZAHA 1 in action melaporkan.

MATSAMA MADRASAH ALIYAH 2017

Genggong – Selasa, 18 juli 2017. Hari pertama MATSAMA (Masa Ta’aruf Santri Madrasah) MA ZAHA 1 Genggong dibuka dengan apel pembukaan yang dilaksanakan di lapang P5 halaman MA ZAHA 1 Genggong. 

Apel pagi ini diikuti oleh seluruh peserta MATSAMA yang telah di bagi menjadi 14 kelompok. Panitia MATSAMA yang terdiri dari beberapa dewan Asatidz dan OSIS PUTRA MA ZAHA 1 Genggong juga sudah menempati lokasi acara. Apel pembukaan dipimpin langsung oleh Adiburrahman selaku pemimpin apel dan Ustadz Saiful di tunjuk sebagai Pembina apel, mewakili Kepala Madrasah. 

Dalam amanah beliau, Ustadz Saiful mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta MATSAMA  di MA ZAHA 1 Genggong. Beliau juga mengintruksikan kepada semua peserta apel untuk mengerjakan hal-hal yang positif di tahun ajaran baru ini dengan meninggalkan semua kebiasaan buruk dan berlomba-lomba untuk meraih prestasi. Beliau juga menjelasakan mengenai tujuan diadakan MATSAMA adalah untuk mendidik santri baru MA ZAHA 1 Genggong untuk menjadi santri disiplin dan berakhlak yang baik. Dan di akhir sesi beliau membuka secara resmi MATSAMA MA ZAHA 2017 dengan ucapan basmalah di iringi semangat serentak dari peserta MATSAMA. Selesai amanah pembina apel kemudian acara di lanjutkan dengan penyematan tanda peserta yang diwakili oleh perwakilan dari masing-masing kelas yang disematkan langsung oleh pembina apel. Apel pembukaan MATSAMA diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Taufik SAg. (Adm) 

PANITIA PENERIMAAN SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2017/2018

MADRASAH ALIYAH ZAINUL HASAN 1 GENGGONG PAJARAKAN PROBOLINGGO
Terakreditasi A

“AYO KE MADRASAH, MUMTAZ MADRASAHKU”
“FULLDAY DAN BOARDING SCHOOL”

MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU
TAHUN PELAJARAN 2017-2018

JURUSAN : KEAGAMAAN, IPA, IPS

  1. WAKTU PENDAFTARAN
No Gelombang Waktu Jalur Tanggal Tes Pengumuman Registrasi
1  

1

Rp100.000,-

 

 

21 Maret s.d.

10 Mei 2017

Prestasi 8–13 Juli 2017 15 Juli 2017 15–17 Juli 2017
Reguler
2  

2

Rp200.000,-

 

 

20 Mei s.d.

6 Juli 2017

 

Reguler

  1. KALENDER KEGIATAN
No Kegiatan Waktu
1 MOSBA 18–20 Juli 2017
2 Matrikulasi dan Pengukuhan 22–23 Juli 2017
3 KBM Aktif 24 Juli 2017

JALUR SELEKSI

  1. Jalur Prestasi (Akademik dan Nonakademik)
  2. Mengisi formulir pendaftaran online / offline di kantor sekretariat.
  3. Pendaftar online, harus membawa formulir yang sudah dicetak dari website.
  4. Melampirkan,
  5. fotokopi ijazah 3 lembar / surat keterangan dari sekolah asal
  6. fotokopi SKHUN 2 lembar
  7. pas foto berwarna (3×4) 5 lembar (*)
  8. fotokopi raport semester 3-5
  9. fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan akta kelahiran 3 lembar
  10. surat keterangan peringkat dari sekolah asal
  11. surat rekomendasi dari guru BK untuk penentuan peminatan
  12. piagam penghargaan bagi yang meraih juara 1, 2, dan 3 tingkat kabupaten/provinsi
  13. fotokopi NISN.
  14. Prestasi akademik (peringkat 1, 2 dan 3) bebas biaya pendaftaran
  15. Prestasi nonakademik bebas biaya pendaftaran dan wajib tes peminatan.
  16. Jalur Reguler (jalur tes)
  17. Mengisi formulir pendaftaran online / offline di kantor sekretariat.
  18. Pendaftar online, harus membawa formulir yang sudah dicetak dari website.
  19. Melampirkan,
  20. fotokopi ijazah 3 lembar / surat keterangan dari sekolah asal
  21. fotokopi SKHUN 2 lembar
  22. pas foto berwarna (3×4) 5 lembar (*)
  23. fotokopi raport semester 3-5
  24. fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan akta kelahiran 3 lembar
  25. fotokopi NISN.

(*) bagi calon siswi, foto berjilbab

CONTACT PERSON

  1. MA Zainul Hasan 1 : 081 233 44 1235
  2. Ustadz Moh. Jamalul Lail : 082 33 110 3145
  3. Ustadz Agus Surahman : 0822 365 1717 9