SANTRI MA ZAINUL HASAN 1 GENGGONG, TARGET JADI PENULIS

PAJARAKAN: “Setelah kami amati tadi, Nun (panggilan putra kiai-Red) banyak memberikan pertanyaan kedua kandidat tentang adanya budaya literasi, Nun ingin santri Madrasah Aliyah mengembangkan bakat dalam dunia tulis-menulis, bagaimana penjelasanya Nun ?,” tanya jurnalis santri kepada kepala MA. Zainul Hasan 1 Genggong usai memberikan sambutan dalam debat terbuka dan pemilihan ketua Osis putri Masa Khidmat 2018/2019 Sabtu, 22/9/2018 tadi pagi.

Mendapat pertanyaan seperi itu, Nun Hassan Ahsan Malik menjawab bahwa dalam tiga tahun terakhir osis telah memprogramkan kegiatan bedah buku, yang saya nilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi santri, sehingga butuh upaya pengimplementasian dari program tersebut,”Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan itu merupakan bentuk penawaran agar santri MA ZAHA memfokuskan diri terhadap pengembangan bakat dalam dunia tulis menulis,” jawabnya putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam.

Nun Alex juga menjelaskan bahwa kita harus menilik terhadap sejarah Genggong sendiri, sejak dahulu tidak pernah lepas dari dunia literasi seperti penulisan kitab oleh salah satu pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong diantaranta K.H. Moh. Hasan dan Nun Tuhfa, kini karya dua pengasuh itu dijadikan sebagai sarana dakwah dan pendidikan.

“Maka saya berharap kepada semua santri, khususnya santri Madrasah Aliyah sebelum lulus dapat mengarang atau menulis satu buku tentunya nanti akan dimbimbing dari gurunya,” pintanya Ketua LDNU Kota Kraksaan ini. (Reporter: Siti Maryam/Fara/Dra)

Tinggalkan Balasan