MA Zainul Hasan 1 Genggong membangun ekonomi syariah, tahu teroris pun dijual

GENGGONG: 14 Mei 2018 waktu yang singkat tidak menjadi penghalang bagi santri putri MA Zainul Hasan 1 Genggong untuk ikut mengisi kegiatan rutinitas OSIS putri pada akhir semester yang disebut dengan kegiatan SENSASI MUMTAZ (Semarak Santri Berkreasi). Kegiatan yang diadakan selang beberapa hari setelah ujian ini merupakan kegiatan untuk melatih kreatifitas santri, selain itu kegiatan ini juga sebagai bentuk pembelajaran dan pengenalan kepada santri tentang dunia bisnis dan daya saing dalam berdagang, kegiatan ini juga sebagai sarana membangun ekonomi ala santri yang mana dapat menjadi bukti bahwa santri bisa dalam segala hal termasuk berbagai bentuk kegiatan tataboga dan kekreatifan yang dikemas dengan pasar santri yang terdiri dari beberapa lapak sesuai dengan masing-masing kelas.

BUKTI: Salah satu lapak peserta Sensasi Mumtaz

Menu yang disajikan oleh masing-masing lapak sangat beragam dari makanan tradisional seperti rujak dan makanan modern seperti orgo dan lain sebagainya. Nama dari setiap makanan sengaja dibuat unik dan lucu untuk menarik minat beli para pengunjung, salah satunya adalah tahu teroris yang merupakan menu andalan dari kelas X IAI 1. tahu ini sangat menarik diburu oleh santri, selain namanya yang unik, rasanya juga nikmat dan gurih.

MUMTAZ: Nun Alex saat melepas balon sebagai tanda dibuka acara Sensasi Mumtaz 2018

Pemenang lapak dinilai dalam segi terkreatif dan terlaris, yang dimenangkan oleh kelas X IAI 1 sebagai lapak terlaris dan XI IPA 2 sebagai lapak terkreatif.

KREATIF: Tahu teroris hasil karya santri MA. ZAHA

Hal ini terbentuk karena dasar kepribadian santri yang terbiasa hidup mandiri sehingga dagangan yang dijual murni buatan tangan santri sendiri. “Kami senang dengan kegiatan ini, karena kegiatan ini bisa menjadi ajang refresh otak setelah seminggu menjalani ujian kenaikan kelas, selain itu kegiatan ini dapat meningkatakan kekompakan dalam menciptakan  berbagai kekreatifan dalam makanan ataupun kerajinan tangan.” tutur Nabila Nur Aini, santri dari kelas X IPA 2 yang tampak paling semangat dalam mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong Nun Hassan Ahsan Malik dengan pelepasan balon, juga sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh santri di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong dikarenakan kegiatan ini mempunyai sinergi yang positif sebagai kontribusi besar untuk Pesantren Zainul Hasan baik santri Madrasah Aliyah sendiri maupun santri dari lembaga lain.

BUKTI: Nun Hassan Ahsan Malik saat membuka acara

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong ini mendapatkan dukungan penuh dari Nun Alex (sapaan akrabnya-red), pasalnya beliau mengatakan bahwa kegiatan ini sangat membentuk kekreatifan santri, “Apapun bentuk aspirasi santri yang bernilai positif dan  bisa menjadikan madrasah aliyah terus berkembang sesuai dengan minat dan bakat dari santri, maka 1000% kami dukung dan insyaallah akan kami programkan  demi membentuk madrasah yang mumtaz hebat dan bermartabat.” Kata putra K.H. Moh. Hasan Saiful Islam ini saat membuka acara tadi.

Sementara menurut Sinta Nuriyah, kegiatan Sensasi Mumtaz ini untuk membangun ekonomi santri dan menuju ekononi syariah, “ InsyaAllah dengan kegiatan ini, santri bisa mempraktekan jual beli, toh walaupun ini hanya sekedarnya saja“. ujar ketua Osis Putri Masa Khidmat 2018-2019.

SEMANGAT: Kepala Madrasah bersama pembina dan pengurus osis putri

Dewan juri pada kegiatan yang dilaksanakan di halaman pesantren Zainul Hasan ini antara lain Rudianto dari Radar Bromo Jawa Pos, Babul Arifandi dari Kompas TV dan ustadz Mohammad  Hendra selaku pembina osis sekaligus admin website MA. Zainul Hasan 1 Genggong. (Reporter :Maryam/Fara)

Tinggalkan Balasan