Santri MA. ZAHA menjalani Sidang Munaqosah

Santri MA. ZAHA Genggong diuji oleh Doktor

Sidang Munaqosah Karya tulis Ilmiah pada Tugas Akhir Program Tahqiqu Qiroatil Kutub MA. Zainul Hasan Genggong menjadi wahana baru bagi Pesantren Zainul Hasan Genggong

 

Pajarakan, – Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong terus berupaya menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu madrasah yang menjawab tantangan zaman dengan tidak meninggalkan identitas kesalafannya sesuai dengan cita-cita luhur Pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong tetap sebagai Pesantren Salaf.

Terbukti kemarin, hari Sabtu, 4/2 Madrasah yang dipimpin oleh Almukarram KH. Ahsan Maliki, S.Sy melakukan Sidang Munaqasah bagi santri IAI kelas XII dalam tugas akhir yang berbentuk Karya Tulis Ilmiah (KTI), yang diuji langsung oleh Dr. Faishal dan Dr. Arif dari Pendidikan Tinggi UIN Maliki Malang. “Tahun ini kita perdana dalam melaksanakan sidang Munaqasah , harapannya ke depan harus lebih baik dan lebih bermanfaat” Ujar Ustadz Fachrur Razi ketua Program Tahqiqu Qiroatil Kutub ini dalam sambutanya.

Sementara, menurut Ustadz Sholihin, S.Hi, Ujian ini salah satu keseriusan kami dalam melaksanakan program unggulan yaitu program Tahqiqu Qiroatil Kutub berbasis kajian kitab salaf yang selama ini kita jalankan, “ Hari ini kita buktikan dengan langsung mendatangkan dari UIN Maliki Malang yang selama ini menjadi mitra Madrasah dan tentunya tahun depan juga akan dilaksanakan ujian seperti saat ini” Jelasnya Ustadz yang saat ini sebagai Wakil Madrasah bidang Kurikulum.

Langkah Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong untuk menjaga kualitas ilmu Pesantren yang salaf bukan hanya isapan jempol belaka, kiat ini benar-benar diterapkan oleh Madrasah hingga tahun ini, santri kelas XII IAI wajib membuat karya tulis ilmiah dalam tugas akhir sebagai bentuk wujud dari program yang selama ini menjadi unggulan Madrasah dalam mengkaji dan mendalami kitab salaf, sehingga karyanya bisa bermanfaat bagi orang lain, dan saya yakin KTI ini akan menjadi kunci awal kesuksesan cita-cita para santri. “Karya tulis Ilmiah ini akan menjadi rujukan Madrasah dan menjadi buku bacaan para santri yang nanti akan kita letakkan di perpustakaan Madrasah dan Pesantren” Ungkapan Nun Hassan Ahsan Malik sapaan nama lain Kepala Madrasah di sela-sela sambutanya .

Dr. Faishal dan Dr. Arif dari Uin Maliki Malang di minta untuk menjadi penguji dalam sidang Munaqasah tersebut, beliau berdua bisa membuat suasana sidang semakin haru dan tenang serta khidmat, pasalnya santri yang masih duduk di bangku sekolah (madrasah) diuji oleh dua orang yang bergelar Doktor sebuah keadaan yang jarang terjadi, seakan membuat hal ini terasa tidak adil, namun bagi santri MA. Zainul Hasan Genggong hal itu tak menjadi halangan bahkan keadaan ini justru memiliki tantangan tersendiri bagi mereka. Apalagi proses  pembuatan Karya tulis ini selalu ada pantauan dan bimbingan dari Ustadz-Ustadznya, “ Alhamdulillah kami tidak gugup dalam menghadapi sidang ini, karena kami telah dibimbing oleh Ustadz Muhammad Hendra dan Ustad Muhibbul Firdaus, tentunya beliau berdua orang yang profesional dan paham terhadap karya tulis ini”. Ungkapnya susilowati salah satu peserta sidang Munaqosah.

Sementara itu, Harapan  Dr. Faishal  tulisan ini menjadi rujukan di dunia maya dengan berbentuk PDF dan di letakkan di Website MA. Zainul Hasan Genggong, sehingga akan bermanfaat kepada orang lain. “Sekarang banyak tulisan tentang kajian islam yang sudah menyimpang dengan Aqidah kita, kalau bukan dari kita siapa lagi yang akan memfilter kajian-kajian itu?“ Pintanya Dosen Fakultas Humaniora Uin Maliki Malang itu.

“ Untuk membangun budaya tulis, Madrasah ini harus membentuk atau memberi wadah dalam ilmu jurnalistik lebih-lebih di Pesantren yang kita cintai ini harus ada yang bergemelut dengan tulis menulis, Santri ini punya potensi yang harus dikelola dan harus selalu dimotivasi , sehingga saya yakin dari MA. Zainul Hasan Genggong ini akan menjadi rujukan kajian Ahlu Sunnah Wal jama’ah , terbukti saat ini Madrasah ini berhasil melakukan terobosan baru dengan membuat program penulisan karya tulis Ilmiah dengan pembahasan –pembahasan seputar amaliah dan hukum –hukum Islam yang aktual. “ Tambahnya Dr. Faishal yang berapi-api dalam menyampaikan gagasanya saat penutupan sidang munaqosah tersebut.

Sidang Munaqosah di tutup dengan pengarahan dari Dr. Faishal dan Kepala Madrasah, tambahan spirit menulis dari beliau menambah para santri menjadi lebih yakin bahwa sebenarnya dalam jiwa santri berdakwah bil qolam itu juga bisa menjadi solusi untuk memberi manfaat kepada orang lain. (Hss /Hen)

 

Tinggalkan Balasan