Sempat Tertunda, Tasyakuran Takhtiman Alfiyah Ibnu Malik Berjalan Khidmat

Sebanyak tujuh belas santri Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MA-PK) Pesantren Zainul Hasan Genggong dinyatakan telah menyelesaikan target hafalan nazham Alfiyah Ibnu Malik setelah mengikuti Tasyakuran Takhtiman pada Senin malam (22/11/21). Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya para santri mengikuti pentashihan hafalan pada 26 Juli lalu.

Pembina MA-PK, Najwan Nada, menyampaikan sebenarnya santri kelas XII tersebut sudah khatam pada akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. “Tetapi memang untuk ikut pentashihan, harus sering-sering melalar (mengulang-ulang hafalan, red) kepada kami. Makanya pentashihannya baru Juli kemarin,” imbuh perempuan asal Situbondo tersebut.

Meskipun sempat tertunda, tasyakuran tetap berlangsung khidmat dengan pembacaan nazham karangan Imam Abu Abdillah Muhammad Jamaluddin Ibnu Malik secara bersama-sama. Beberapa santri tampak sangat menikmati lalaran karena diiringi dengan tabuhan alat banjari dan lagu yang bergantian pada setiap babnya.

Membaca nazham Alfiyah Ibnu Malik 1002 bait secara bersama-sama.

Pembina meminta santri kelas XI mempersiapkan diri mengikuti pentashihan pada Maret mendatang. “Kalau yang sudah selesai hafalannya 1002 bait banyak, lebih dari 50 santri. Tapi memang tidak semuanya bisa ikut pentashihan di pondok, karena di Madrasah juga ada Ujian Muhafadhoh tiap semester,” jelasnya. Meskipun demikian, santri yang tidak ikut pentashihan 1002 bait tetapi pada ujian muhafadhoh tiap semester lulus, tetap diberi penghargaan oleh Kepala MA Zaha, Nun Ahsan Maliki pada Agustus lalu.

Moh. Fauzi Afnani sebagai Koordinator Muhafadhoh sekaligus Pembina Pondok berharap, selain hafal para santri juga bisa mempertahankan kandungan yang ada di Alfiyah sebagai bekal membaca dan memahami isi kitab. (en)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: