DARI WALI SANTRI UNTUK WALI SANTRI

Pajarakan:   “ Guru mengajar, Wali Santri memantau.” Kalimat yang disampaikan oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy pada acara “Silaturrahim Wali Santri dan Halal Bihalal bagi santri kelas X dan XI MA. Zainul Hasan 1 Genggong.” Senin 8/8 di GOR Damanhuri Romli Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo.

Lanjut Nun Alex, untuk mengajak para wali santri, agar sama-sama memantau putra putrinya yang masuk di MA. Zainul Hasan 1 Genggong. “ Putra-putri panjenengan yang dititipkan di Madrasah ini, merupakan sebuah amanah yang kami harus menjaga, tentunya kalau sudah selesai, dan memiliki ilmu serta berakhlak, nanti akan kembali kepada kalian semua sebagai Wali Santrinya, maka dari itu, mari kita saling bekerjasama dalam bidang kedisiplinan dan hal –hal yang terkait dengan KBM, sehingga dari Wali Santri untuk Wali Santri”. Ujarnya, pria yang juga ketua LDNU Kota Kraksaan.

Tentunya, saling memantau dan membantu tersebut, diartikan sama-sama menyampaikan semua aturan yang telah menjadi ketentuan dan kebijakan Pesantren dan Madrasah. Sehingga,  terjadi keberhasilan bersama, baik keinginan Pesantren, Madrasah serta Wali santri yang ada.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wib tersebut diawali dengan pemaparan program oleh segenap  para pembantu Kepala Madrasah, dan Kepala Program dengan secara singkat, padat dan jelas serta penampilan beberapa karya santri.

Pembacaan Shalawat Nabi dan Do’a, menjadi penutup pada acara Silaturrahim Walisantri dan Halal Bihalal bagi santri kelas X dan XI MA. Zainul Hasan 1 Genggong yang dibawakan langsung oleh KH. Hassan Ahsan Malik atau Nun Alex. ( *Hen)

MA. ZAHA 1 Genggong memberikan reward, bagi santri prestasi dan berakhlakul karimah

Pajarakan – Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, pada tahun pelajaran 2016-2017 ini akan  menerapkan absensi “fingerprint”, hal tersebut disampaikan oleh KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku Kepala Madrasah “ Tahun ini, kita akan memakai absen sidik jari yaitu Fingeprin, hal ini untuk mengetahui kehadiran para santri (Peserta didik), dan juga agar wali santri dapat memantau kehadiran anaknya di madrasah”. Hal tersebut disampaikan pada rapat sosialisasi program tahun pelajaran 2016-2017 hari ini, Ahad 7/8 di ruang guru.

Absensi `fingerprint`tersebut digunakan, karena tahun ini pula Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong akan memberikan reward (penghargaan) kepada para santri yang berprestasi. “ Reward itu bisa berupa bebas biaya 100 % dalam 1 tahun pelajaran, tentunya, penghargaan itu akan diberikan jika memenuhi syarat, selain prestasi dalam pelajaran, kami juga mengedepankan akhlak bagi calon penerima reward tersebut.”  Tegasnya nun alex.

Tentunya. Penghargaan tersebut untuk memberi motivasi bagi segenap santri diberbagai kelas dan jurusan. Yangmana MA. Zainul Hasan 1 Genggong memiliki sekitar 820 santri dengan 30 rombel, penghargaan itu akan diperoleh para santri secara kompetisi dan kesemangatan.         “ Penghargaan itu, guna mendorong santri untuk lebih giat lagi dalam belajar di Madrasah ini”, ungkapnya Ustadz Zaini, S.Hi selaku kesiswaan.

Sementara itu, Pembantu Kepala Madrasah (PKM), Ustadz Solihin, S.Hi menyampaikan bahwa, tahun ini telah membuka program menghafal Al Quran, namun khusus pada program IAI (Ilmu Agama Islam) putri. “ Program Tahfidzul Qur’an ini, hanya untuk kelas X pada program IAI putri saja, untuk tahun depan, insya Allah kita terapkan diputra juga” ujarnya saat menyampaikan program kurikulum MA. Zainul Hasan 1 Genggong.

Selain Kepala Madrasah dan segenap PKM, hadir pula Nun Ahsan Habibi Fillah putra Almukarrom KH. Moh. Hasan saiful Islam yang akrab disapa Nun Alba bersama para asatidz-astidzah. (*hen)

 

 

 

 

Awal KBM Tahun pelajaran 2016-2017, Tolabul Halal Bi Toriqil halal

Pajarakan:  Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong, kemarin sabtu 30/7 mengadakan kegiatan Halal Bi Halal sebagai bentuk dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun pelajaran 2016-2017. Hadir dalam acara tersebut KH. Ahsan Maliki, S.Sy selaku Kepala Madrasah dan segenap pembantu kepala Madrasah serta segenap para asatidz-asatidzah.  Acara tersebut juga dihadiri oleh segenap santri MA. Zainul Hasan 1 Genggong yang berjejer rapi di halaman masjid Pesantren Zainul Hasan Genggong bagi santri putri, sedangkan bagi santri putra berbaris secara rapi di halaman gedung Madrasah putra, yaitu tepatnya di P5.

Dalam kesempatan tersebut, kepala madrasah menjelaskan pentingnya acara halal bi halal. “ Halal bi halal berarti Tolabul Halal Bi Toriqil Halal, kita mencari halalnya teman, guru kita dan saudara kita dengan cara yang halal, yaitu untuk saling bermaaf-maafan”. Ujarnya KH. Ahsan Maliki, S.Sy.

Lanjut nun alex dalam sambutanya“ Bila tidak ada maaf dari guru, dikhawatirkan hal itu akan menjadi penghalang, sehingga sulit untuk mencapai cita-cita” terangnya dengan nada yang khidmat kepada segenap para santri.

Kegiatan Halal Bi Halal ini, akan dijadikan menjadi kegiatan rutinitas setiap bulan syawal dalam mengawali KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di MA. Zainul Hasan 1 Genggong. Dengan cara tersebut, semua civitas madrasah dan para santri akan menata niat yang baik dan tulus dalam mengabdi di Pesantren Zainul Hasan  Genggong. Tentunya, khusus bagi santri, momen ini harus dijadikan modal untuk  meminta maaf atas segala kesalahanya kepada asatidz –asatidzah saat proses belajar kemarin-kemarinya.

Diakhir sambutan kepala madrasah, beliau menegaskan tentang adanya wajibnya memulyakan dan menghormati guru, hingga beliau mengutip kalam mutiara Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Almaliki Al Hasani, “ Beliau sangat tidak suka kepada orang yang langka terhadap gurunya, walaupun gurunya itu temanya sendiri”. Tegasnya putra KH. Moh. Hasan Saiful Islam ini. (Al/hen)