Hisyam terpilih, Huzaimatul Hilalia menang telak di Putri

Para Asatidz-asatidzah juga ikut memilih

PAJARAKAN- Pemilihan ketua OSIS putri MA Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo,  masa khidmat 2016-2017 digelar kamis (1/9) siang.

Hasilnya, M. Hisyamuddin siswa kelas XI IAI 2, menang dengan 93 suara.
Perolehan suara M. Hisyamuddin, disusul oleh Adiburrahman  dari kelas XI IPA 4 yang mendapatkan sebanyak 81 suara. Berikutnya, ada Calvin Ahmad dari kelas XI IPS 3 yang berhasil mengantongi 54 suara. Dengan hasil tersebut, Hisyamuddin terpilih menjadi ketua Osis MA. Zainul Hasan 1 Genggong putra masa khidmat 2016 hingga 2017.

photo_2016-09-04_12-57-15
                  Bukti : Asatidz-astidzah turut memilih

 

Sementara itu, diwaktu yang sama, Huzaimatul Hilalia menang telak di pemilihan ketua osis putri, santriwati  dari kelas XI IPA1 itu , mendapatkan dukungan 306suara; Indah Siti Nor, teman sekelas Huzaimatul Hilalia hanya mendapatkan 9 suara. Nur laily Karimah dari kelas XI IAI 1, dapat 102 suara. Sehingga Huzaimatul Hilalia terpilih menjadi ketua Osis Putri masa khidmat 2016 hingga 2017.

Dalam pemilu kali ini, para asatidz-astidzah juga diberi kesempatan untuk memilih para calon ketua osis, baik di putra maupun di putri.

Prosesi pelantikan kepengurusan osis baru akan dilaksanakan pada pekan ketiga bulan september.. “Pelantikan, insya Allah akan dilaksanakan pekan ketiga bulan ini, karena mereka saat ini menyusun lengkap kepengurusan bersama tim formatur,” ujar Muhammad Hendra, M.Pdi selaku Pembina Osis MA. Zainul Hasan 1 Genggong. (hen)

Silaturrahim Wali Santri Kelas XII, MA ZAHA.

Genggong – Ahad (27/08/17) bertempat di GOR Damanhuri Romli Pesantren Zainul Hasan Genggong, Madrasah Aliyah mengadakan rapat dalam rangka silahturrahim wali santri kelas XII yang mengangkat tema “Dalam kebersamaan kita ciptakan keutuhan keluarga dilingkungan MA Zainul Hasan 1 Genggong”. Sekitar 80% dari jumlah keseluruhan undangan wali santri yang hadir dalam pertemuan ini.

Kegiatan ini bermaksud memaparkan berbagai rancangan kegiatan santri kelas XII. Didalamnya berisi penyampaian dari waka kurikulum, sarana dan prasarana serta ketua program tahqiq dan prodistik. Rapat ini dianggap begitu penting mengingat program yang sangat padat ini harus di selesaikan dalam jangka waktu yang sedikit, hanya 8 bulan hari aktif, “Semua kegiatan ini harus selesai sebelum pelaksanaan Ujian Nasional yang diperkirakan jadwalnya bulan April tahun depan”. Ungkap Ustadz Sholihin Waka Kurikulum MA ZAHA.

Pada kegiatan ini santri dari kelas XII mendapat kesempatan unjuk diri bermodalkan ilmu yang telah mereka timba dari program unggulan yang mereka ikuti. Santri dari program tahqiq unjuk kemampuannya dalam berbahasa arab dengan menampilkan sebuah teaterikal dengan judul Nurud Dholam. Begitupula santri dari program prodistik, mereka unjuk diri dengan mempresentasikan produk/hasil dari masing-masing jurusan dan memaparkan prestasi-prestasi yang telah mereka raih, adapun jurusan-jurusan tersebut meliputi:Multimedia, Design Grafis, Animasi, dan Proggraming.

Semua yang ditampilkan dalam kegiatan ini sesuai dengan harapan kepala madrasah, beliau juga menghimbau adanya kerja sama antara guru dan wali santri dalam mendukung proses pembelajaran dan memelihara bakat, acara diakhiri dengan pemberian piagam dan beasiswa pada santri yang mendapatkan prestasi membanggakan yakni meraih juara 1 film pendek tingkat nasional yang diadakan oleh MUI pusat di Jakarta serta juara 1 sutradara film tingkat nasional di ajang yang sama, “Saya berharap madrasah Aliyah menjadi madrasah yang menghasilkan generasi multitalenta”tutur beliau. (far/yam/rid)

Nun Alex: Mengenal Negara Indonesia Secara Utuh adalah Bentuk Nasionalisme

Pajarakan – Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo, Rabu 17/08 menyelenggarakan upacara dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke 71 Tahun. Ribuan santri tumplek di lapangan P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong, begitujuga Asatid-asatidzah, termasuk segenap Pengurus Pesantren Zainul Hasan Genggong. Sementara, yang bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Al Mukarrom KH. KH. Moh. Hasan Naufal, S.Hi.

Acara kemerdekaan dengan upacara ini, merupakan bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para Pejuang yang telah mendahului kita. KH. Hassan Ahsan Malik mengatakan adanya makna kemerdekaan, “Merdeka berarti bebas, tidak terikat, tanpa jajahan, tanpa penghambaan. Kemerdekaan artinya kita telah berdiri sendiri, membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Kemerdekaan NKRI merupakan hak kita sebagai sebuah bangsa yang besar yang telah kita pilih, bebas dari segala bentuk tekanan apapun. Kemerdekaan itu kita tancapkan 71 tahun yang lalu.” Ujarnya saat ditemui di kantor MA. Zainul Hasan Genggong.

Lanjut masih bersama Nun Alex sapaan akrabnya, tentang apa yang harus kita lakukan saat ini selaku yang menikmati kemerdekaan, “Mengabdi dan menjaga itulah yang harus kita lakukan untuk negara ini. Sebagai bentuk cinta kita pada negara. Sebagai seorang Guru, kita harus abdikan kemampuan yang kita miliki untuk membangun bangsa melalui pendidikan. Target dasar kita adalah, mencetak generasi bangsa untuk masa depan negara ini. Menjaga kebudayaan yang berasaskan Islam, untuk menumbuhkan Tunas- tunas mulia demi berkembangnya NKRI.” Jelasnya ketua LDNU Kota Kraksaan.

KH. Ahsan Maliki, S.Sy menambahkan bahwa rasa Nasionalisme itu wajib kita miliki, “Bagi saya, sangat penting. Mengenal negara Indonesia secara utuh adalah bentuk Nasionalisme. Bukankah ada ulama pernah bersabda bahwa “Cinta Tanah Air sebagian dari Iman”. Bagaimana kita dapat menumbuhkan Cinta Tanah Air bila tanpa mengenalnya secara utuh? Banyak cara untuk menguatkan Nasionalisme kita. Diantaranya adalah, semangat kebangsaan, mengenal lebih jauh potensi yang ada di negara ini, mempertahankan dan mengabadikan intergritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa ini.” Tegasnya Nun Alex selaku Kepala Madrasah Aliyah Zainul Hasan Genggong . (*hen)

 

DSC_0059
Hormat : KH. Moh. Hasan Naufal, S.Hi inspektur upacara  memberi hormat